Terminal Pulo Gebang, Photo dok penulis
Banyak
sudah perantau dari berbagai daerah yang menginjakkan kaki pertama
kalinya di Jakarta, mendarat di terminal bus Pulo Gadung, Terminal yang
berdiri di tahun 1970 an telah banyak menyimpan dokumen rahasia tentang
cerita orang – orang sukses di negara ini, termasuk salah seorang pakar
hukum dan mantan menteri.
Di
era tahun 1990 – 2000–an terminal ini terbilang salah satu terminal yang
sangat padat dan cukup strategis, dari terminal yang luas total
mencapai 3,5 Ha ini berangkat dan pergi bus – bus antar kota, antar
provinsi, di tahun 1990 akhir sampai 2000 awal jika akan menjelang hari
raya, para pemudik tidak dapat ditampung di dalam lagi, sehingga meluber
sampai ke arah pintu tol Cakung.
Terminal Bus Pulo Gadung, photo dok penulis
Titik awal semrautnya Terminal bus Pulo Gadung, photo dok penulis
Tindak
kriminal juga mewarnai , pencopetan dan pemerasan oleh para pelaku
kejahatan yang berkelompok dan aksi pemaksaan oleh para calo bus antar
provinsi, membuat suasana tidak nyaman, Damin dan kawan – kawannya yang
bekerja di tempat tinggal saya, sering mengalami aksi pemaksaan
pembelian tiket saat hendak mudik ke kampung halaman, beberapa calo
pernah memaksanya untuk membeli tiket dengan harga yang sangat tinggi
disertai ancaman, aksi para calo ini membuat harga sesukanya seperti
tidak bisa dicegah oleh siapa pun, termasuk para pemilik / karyawan bus
yang akan di tumpangi, mereka para karyawan bus bagian penjualan tiket
tidak bisa mencegah atau membantah saat para calo meminta mereka
menuliskan harga tiket bus sesuai keinginan para calo. Saya pernah
mengonfirmasi langsung dengan para penjual tiket, jawabannya mereka
tidak berdaya, dan saya juga pernah dimintai uang parkir liar dengan
harga tinggi, ketika sedikit beragumen, para calo yang lain segera
berkumpul dan itu membuat saya mengalah, selanjutnya uang yang hanya
beberapa lembar ribuan itu di bagi – bagi oleh mereka secara rata,
sungguh mengenaskan hanya untuk lembaran ribuan mereka siap adu otot.
Jadi
saran saya jika ingin pergi ke luar kota, lebih baik naik travel dan
jika terpaksa pastikan paham betul situasi di terminal yang mulai
semakin semraut dan tidak terurus. Pembangunan terminal bus Pulo Gebang sebagai terminal pengganti yang di perkirakan luasnya lebih
dari 10 Ha, di harapkan banyak pihak akan berhasil menutup lembaran –
lembaran kisah lama pintu masuk kesuksesan para perantau di Jakarta, dan
uraian kisah kelabu dan ketidak layakan lagi terminal Pulo Gadung,
menurut seorang pengawas yang sedang bertugas pagi ini d area proyek
pembangunan terminal Pulo Gebang, sambil memegang radio panggil
mengatakan pada saya bahwa terminal super moderen ini akan siap
beroperasi di akhir tahun 2012, posisi terminal akan berada
di lantai atas, sedangkan di dekat pintu masuk dan bagian bawah akan di
bangun pusat - pusat perbelanjaan, menurut pengawas ini, terminal Pulo
Gebang akan menjadi stasiun bus dan pusat keramaian termegah di
Indonesia.
Persiapan akhir Terminal Bus Pulo Gebang, photo dok penulis
Akses Tol di sebelah kanan menuju Jabodetabek, photo dok penulis
Posisinya
yang berdampingan dengan tol Cakung – Cilincing, akan menjadi akses
yang dapat menjangkau ke seluruh bagian Jakarta dan sekitarnya, di
dukung oleh Koridor Bus way yang sudah lebih dahulu beroperasi, dan
sementara menjadikan kolong tol Cakung - Cilincing sebagai
putaran akhir, kemudian memulai trayek awal lagi persis di depan kantor
Wali kota Jakarta timur, menanti rampungnya terminal bus Pulo Gebang.
Terminal
ini sepertinya juga akan dikelola menjadi stasiun yang ramah lingkungan
dan pusat wisata di kemudian harinya, apartemen – apartemen di kawasan
Sentra Timur sudah mulai di gunakan, pemancingan di danau buatan dan
banjir kanal timur segera akan didaya gunakan semaksimal mungkin oleh
masyarakat dan aparatur Kelurahan Pulo Gebang sebagai tuan rumah.
Semoga
Terminal bus Pulo Gebang bisa menjadi terminal berkelas dan menjadi
salah satu pembangunan kebanggaan Jakarta dan Indonesia.

