
Otak tengah adalah suatu bagian dari otak yang paling rumit fungsi
dan rangkaiannya. Otak ini berfungsi sebagai ‘master controller’.
Kegunaannya secara garis besar adalah mengontol kegiatan otak kanan dan
kiri. Otak tengah manusia mempunyai disain awal aktif. Otak ini menjadi
tidak aktif karena pengaruh kebudayaan manusia dan pikiran logika.
Binatang tidak mempunyai logika, sehingga menggunakan otak tengah dengan
intensitas yang cukup tinggi. Setelah otak tengah akan diaktivasi, maka
seluruh bagian otak (otak kanan dan kiri) akan diatur untuk bekerja
sama. Selama ini kita mungkin sering mendengar seorang akan adalah
dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Hal ini disebabkan karena
otak tengahnya tidak aktif. Seorang anak dengan otak tengah yang aktif
akan mempergunakan kedua belah otak tersebut dengan lebih baik dan
menyeluruh. Akibat yang diharapkan dengan aktifnya otak tengah adalah :
- Konsentrasi yang lebih baik (karena melihatkan lebih banyak bagian otak)
- Daya Ingat yang meningkat (penyelidikan dari Jepang menyatakan, secara teori memori meningkat 1 juta kali)
- Tingkat kestabilan emosi yang lebih baik / stabil
- Pengaturan hormon lebih baik (karena otak tengah adalah bagian otak untuk regulasi hormon)
- Pengontrolan daya kinetik (gerakan) lebih baik
- Daya tangkap yang lebih tinggi (karena untuk mengerti sesuatu,
anak dapat menggunakan kedua belah otak, bukan hanya logika saja)
- Loving Intelligence yang lebih tinggi (kecenderungan kuat untuk
mengasihi orang lain, termasuk orang tua. kemampuan ini juga yang
mengarahkan anak untuk menggunakan kemampuannya untuk kebaikan)
Pada training aktivasi, dilakukan aktivasi awal dari otak tengah
anak. Tanda bahwa otak tengah sudah aktif adalah kemampuan melihat
dengan mata tertutup. Hal ini bisa terjadi karena otak tengah menjadi
aktif dan mengeluarkan gelombang otak dengan intensitas yang lebih
tinggi dari sebelumnya. Gelombang otak ini terpancar keluar, memantul,
lalu ditangkap lagi oleh berbagai indera anak, termasuk tangan, hidung,
telinga, juga oleh otak tengah itu sendiri. Gelombang otak ini yang
dapat berjalan menembus bebagai media (termasuk tembok), seperti
layaknya gelombang suara. Jadi kemampuan dengan dengan mata tertutup
adalah sekedar tanda bahwa otak tengah sudah aktif. kemampuan tersebut
bukanlah kemampuan yang dikejar secara khusus. Bagaimana kemampuan otak
tengah selanjutnya tergantung latihan si anak. Otak tengah yang telah
aktif justru akan membuat anak lebih ‘baik’. mereka tidak memiliki
kecenderungan untuk berbuat curang. Banyak cerita dari anak-anak yang
telah diaktivasi, mereka menjadi lebih memperhatikan orang lain, bukan
hanya dirinya sendiri. Apakah anak akan mempergunakan kemampuannya untuk
menyontek ? Pertanyaan bagus. Jika anak tidak memiliki kesulitan dalam
belajar, kelihatannya mereka akan lebih suka menjawab pertanyaan dengan
pengetahuan yang ada di otak mereka, daripada menyontek. Tetapi jika
ternyata si anak telah mengembangkan memory fotografis (tingkat
penggunaan memory yang tinggi, membutuhkan latihan untuk
mempergunakannya), dia akan dapat ‘menyontek’ catatan dari dalam
otaknya. Tetapi apakah ini menyontek? Dan siapa yang dapat melarangnya?
Sudah mulai banyak cerita tentang anak yang daya ingatnya meningkat
tinggi. Felicia dari Bandung cukup membaca bahan ulangan IPA kelas 4 SD
sebanyak 198 halaman 1 kali saja, dan dia mendapat nilai 97 (hanya salah
1). Sebelum aktivasi otak tengah, kemampuan ini tidak dimilikinya.
Aktivasi otak tengah
adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori
penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak
negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan
praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah
diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan
anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.
Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata
dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (
Mid Brain Activated)
dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali
dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah
melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara
pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini
dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti
training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat
dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold).
Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti
training aktivasi otak tengah,
dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan
bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra
raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan
penglihatan kulit (Skin Vision).
Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah
berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada
seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja
menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari
rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat
mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh
dan mendengar suaranya.
Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat
‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat
menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa
orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih
fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang
terletak dalam posisi tertutup.
Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat
kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh
seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah
dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut
masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah
kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti
‘dugaan’ sang anak tersebut.
Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural.
Aktivasi otak tengah
dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini banyak
mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan
secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita
dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya
dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet,
atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa
Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.
Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang
otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat
benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut
terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak
sedikit di bawah hidung.
Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan
mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa
anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka
dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.
Training aktivasi otak tengah
telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang
mengetahui keberadaan dari training ini. Training biasanya dilakukan
selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para
orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan
besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi
otak tengah
mereka. Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat
mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga
mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ,
intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving
Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang
lain seperti sang pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi
otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja.
Sampai saat ini hanya otak tengah anak (usia 5 – 12 thn) saja yang
dapat diaktivasi dengan tingkat kesuksesan yang tinggi. Ada apa dengan
anak usia di bawah 5 tahun dan di atas 12 tahun? Bagaimana dengan
aktivasi otak tengah untuk dewasa?
Usia dibawah 5 tahun.
Anak di bawah usia 5 tahun masih agak sulit untuk memberikan feed back
yang akurat. Mereka juga masih agak sulit melaksanakan instruksi yang
kompleks. Anak-anak ini masih membutuhkan perhatian ekstra. Itu sebabnya
ada istilah balita (bawah lima tahun). Untuk anak di bawah usia 5 tahun
dipersilahkan menunggu dulu sampai mereka ‘cukup umur’. Aktivasi otak
tengah akan ada terus di Indonesia. Jadi jangan kuatir tidak mendapat
kesempatan.
Usia antara 12-15 tahun.
Pada rentang usia ini anak sudah agak sulit di arahkan. Mereka
membutuhkan motivasi tertentu untuk melakukan sesuatu. Jika mereka sudah
mempunyai suatu pendiria, sulit untuk di ‘bujuk. Usia di bawah 12 tahun
masih lebih mudah diarahkan dengan mempergunakan hadiah, atau acara
yang menarik. Untuk anak usia 12-15 tahun ini dibutuhkan faktor
motivasi. Jika anak sudah mempunyai motivasi yang tinggi untuk
mengaktifkan otak tengahnya, maka akan menjadi lebih mudah. Kesulitan
kedua adalah rentang usia ini mulai terjadi peralihan ke dewasa. Mereka
malu untuk bertindak seperti anak-anak, tetapi masih belum bisa
bertindak seperti dewasa. Ada banyak kemungkinan mereka tidak mau ikut
‘goyang’ pada saat lagu anak-anak dibunyikan. Hanya anak-anak yang mau
menerima dengan sungguh-sungguh saja yang dapat diaktifkan otak
tengahnya.
Usia di atas 15 tahun.
Sekerang ini penelitian untuk dewasa sudah mencapai tahap akhir, dalam
waktu dekat akan di umumkan aktivasi untuk dewasa. Tetapi karena
kesibukan menangani anak-anak, maka prioritas saat ini masih untuk
anak-anak terlebih dahulu. Kemungkinan besar program untuk dewasa akan
dimulai tahun 2012 (Tenang kiamat masih belum terjadi kok di tahun itu).
Mengapa otak tengah anak lebih mudah di aktivasi dari pada otak
tengah orang dewasa? Ada banyak faktor. Otak manusia ada dalam tahap
perkembangan sampai umur 15 tahun. Percaya atau tidak, umur 20 tahun
otak manusia sudah masuk dalam taraf degenerasi. Mulai umur 20 tahun
sel-sel otak akan mulai menurun fungsinya. Aktivasi otak tengah ini
memprogram otak tengah pada saat otak ada dalam masa pertumbuhan.
Ada alasan lain mengapa tingkat kesulitan aktivasi otak tengah untuk
orang dewasa lebih tinggi. Pola pikir yang sudah terbentuk dan sulit
diubah. Apakah anda pernah berusaha meyakinkan seorang dewasa tentang
sesuatu yang dia tidak percaya ? Sukar bukan ? Coba lakukan ini pada
anak 6 atau 9 tahun! Mana yang lebih mudah ? Jangankan mempengaruhi
orang lain, saya sendiri saja sulit untuk meyakinkan diri sendiri, bahwa
ternyata anak saya dapat melihat dengan mata tertutup. Setelah otak
tengahnya di aktivasi, dia dapat melihat dengan mata tertutup. Saya
tidak berani memperlihatkan kemampuan anak ini kepada orang lain. Karena
saya sendiri setelah melihatnya setiap hari masih tetap tidak percaya
dengan apa yang saya lihat.
Salah satu cara yang diajarkan pada saat aktivasi otak tengah adalah
membuat otak anak tersebut terbuka untuk menerima hal yang dirasa tidak
mungkin. Jika seorang anak yakin bahwa dia tidak akan dapat melihat
dengan mata tertutup, maka dia benar. Dia tidak dapat melihat dengan
mata tertutup. Jika kita berpikir bahwa kita tidak akan dapat menjadi
juara lari 100 M dunia, maka kita benar ! Tetapi jika kita berpikir
bahwa kita dapat menjadi juara lari 100 M, maka kita juga benar. Jadi
kembali pada pola pikir kita.
Apakah anda pernah mendengar cerita gajah sirkus yang mati terbakar
pada saat tenda sirkus terbakar ? Gajah besar tersebut kakinya hanya
diikat dengan tali kecil yang diikatkan seadanya pada sebuah pasak
kecil. Hal ini dapat terjadi karena pola pikir gajah tersebut telah
diprogram sejak kecil. Pada waktu kecil gajah tersebut diikat dengan
rantai besar pada sebuah pasak yang tertanam kuat. Setelah beberapa
tahun berusaha menarik rantai tersebut tanpa hasil, maka gajah kecil
tersebut “Sadar” bahwa dia tidak akan dapat memutuskan rantai pengikat
kaki, walaupun dia berusaha sekuatnya. Pola pikir ini menjadi
“kebenaran” dalam otaknya. Walaupun kakinya diikat dengan tali kecil
yang secara teknis dapat diputuskan, “Mental Blok” yang ada dalam
otaknya – lah yang mematikan memampuan dia memutuskan tali kecil di
kakinya.
“Mental Blok” pada orang dewasa-lah yang paling banyak menghalangi
aktivasi otak tengah ini. Mungkin ada baiknya kita coba berpikir jernih
untuk dapat meruntuhkan “Mental Blok” ini. Apapun yang kita yakini
adalah suatu kebenaran untuk diri kita sendiri. Karena kita adalah apa
yang kita pikirkan. Beberapa orang tetap tidak percaya bahwa seorang
anak dapat melihat dengan otak tengahnya. Mereka meyakini pasti ada
campur tangan dari dunia supra natural atau faktor dunia kegelapan lain.
Jangan berkonfrontasi dengan mereka, karena mereka mempunyai “Kebenaran
mereka sendiri”. Ajak lah mereka makan dan bicarakanlah hal-hal lain.
Hubungan kita dengan mereka jauh lebih penting dari pada kita “membela”
kebenaran otak tengah.
Aktivasi otak tengah adalah suatu fakta. Jika ada
seseorang yang tidak percaya bahwa ternyata bumi lah yang mengitari
matahari (bukan matahari yang mengitari bumi). Hargailah pendapat
mereka. Dan berteman lah dengan mereka. Barangkali kita dapat menolong
mereka di kemudian hari jika mereka mengalami kesulitan.
Kembali di tahun 1983 ketika saya memutuskan untuk masuk jurusan
“Informatika” yang mempelajari komputer. Ada banyak buku pada saat itu
yang mengatakan bahwa komputer adalah alat si jahat untuk mengendalikan
manusia. Yah . . . sekarang saya dengan senang hati menolong mereka
ketika komputer mereka “Hang”, tanpa mengungkit-ungkit lagi pendapat
mereka 25 tahun yang lalu.
Loving Intelligence yang tinggi adalah sesuatu keuntungan dari otak
tengah yang aktif. Jika kita sementara ini masih belum bisa mengaktifkan
otak tengah kita, bagaimana jika kita mencoba mengasah Loving
Intelligence kita, sehingga hidup kita lebih berarti.
Selamat mendidik anak anda,
Banyak sekali orang yang penasaran untuk mengetahui
cara mengaktifkan otak tengah. Mereka menanyakan hal ini karena mereka mulai mengetahui manfaat dari otak tengah yang aktif. Di dunia ini ada beberapa
cara aktivasi otak tengah. Sebagian besar membutuhkan usaha dan biaya yang sangat besar.
Memang banyak orang tua anak yang mulai menyadari bahwa otak anak mereka akan berkembang dengan baik jika
otak tengah
diaktifkan. Tetapi mereka mundur karena usahanya terlalu besar. Tibet
mensyaratkan para peserta untuk masuk dalam ritual keagamaan mereka.
Aktivasi otak tengah dilakukan dengan menimbulkan gelombang Alpha di
otak. Aktifitas gelombang Alpha tersebut akan muncul pada saat meditasi.
Jepang dan Rusia juga mempunyai cara aktivasi otak tengah mereka
sendiri. Mereka masih menyembunyikan cara mereka sebagai rahasia negara.
Beberapa tahun terakhir ini Malaysia menemukan suatu cara modern untuk
mengaktifkan otak tengah ini.
Yang menarik adalah rahasia ini disebarkan ke masyarakat dengan cara
komersial. Dengan demikian kita dapat memberikan pelatihan aktivasi otak
tengah ini untuk anak-anak kita. Sebelumnya hanya orang-orang pilihan
yang dapat memelihara rahasia saja-lah yang dapat dijadikan percobaan
untuk aktivasi otak tengah ini.
Aktivasi otak tengah yang dilakukan sekarang di Indonesia adalah hasil
penelitian yang dilakukan di Malaysia. Indonesia termasuk negara yang
beruntung untuk mendapatkan ilmu ini dari negara tetangganya. Pelatihan
ini memang sudah mulai menyebar dengan cepat di Srilangka, bahkan sampai
New Zealand.
Hal ini merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan. Banyak tokoh pendidikan barat yang ingin tahu lebih banyak tentang
cara pengaktifan otak tengah ini. Sementara mereka masih sibuk dengan penelitian, kita di Indonesia sudah dapat menikmati manfaatnya.
Setelah
aktivasi otak tengah (mid brain activation),
anak ini dapat mengurutkan kartu dengan mata tertutup. Jenis kartu yang
dipakai adalah kartu Uno. Kartu ini terdiri dari 4 warna, dan angka.
Otak tengah dapat mentransmisi gelombang otak yang kemudian dipantulkan
oleh benda sekitar. Pantulan dari gelombang otak ini ternyata dapat
membedakan warna-warna optik yang dapat terlihat dengan mata biasa.
Sebenarnya anak ini dapat mengurutkan seluruh kartu Uno yang lengkap.
Bukan itu saja dia juga dapat mengurutkan kartu remi yang hanya 2
warna. Warna hitam pada kartu remi terdiri dari 2 bentuk. Kedua bentuk
dengan warna sama juga dapat dibedakan. Termasuk juga gambar yang
relatif rumit seperti gambar raja atau ratu.
Aktivasi otak tengah
juga membuat ia menjadi lebih stabil dalam karakter. Terlihat juga
semangat belajar yang lebih dibandingkan dengan sebelumnya. Walaupun
begitu ia tidak menjadi sombong. Ia bahkan tidak ingin membanggakan
kemampuan barunya ini kepada teman-temannya.
Saat ini pengaktifan otak tengah mempergunakan 3 cara dengan
kombinasi yang telah dirancang khusus untuk anak 5-12 tahun. 3 Cara
tersebut adalah gerakan tubuh, penglihatan dan pendengaran. Berdasarkan
penelitian yang terbaru ternyata setiap jenis gelombang mempengaruhi
bagian otak yang berbeda. Setiap jenis gelombang suara akan menghasilkan
efek yang berbeda. Ingatkah kita akan percobaan dengan tanaman jika di
berikan suara musik klasik sementara tanaman yang sama di ekspose dengan
musik rock? Tanaman yang diberikan musik klasik ternyata dapat
bertumbuh dengan lebih baik. Demikian juga otak ank-anak.
Penggunaan suara yang berbeda akan menghasilkan efek yang berbeda
pada setiap orang.Penelitian mengenai efek gelombang suara dan otak
dilakukan secara serius di Malaysia. Tentu saja gelombang yang
dibutuhkan untuk mengaktifkan otak dari orang dewasa berbeda dengan
gelombang yang dibutuhkan untuk mengaktifkan otak anak. Contohnya dapat
kita lihat pada lagu. Lagu anak-anak merupakan kombinasi sederhana dari
not, dan memungkinkan anak untuk berteriak. Anak-anak dapat mentoleransi
suara teriakan lebih baik dari pada orang dewasa. Lagu anak-anak yang
mendesah-desah tidak akan menarik perhatian anak. Sementara lagu dengan
banyak teriakan akan mengganggu orang tua.
Penelitian yang dilakukan oleh GMC International menyatakan bahwa
bahaya sekali meng-expose anak dengan suara yang tidak diketahui
efeknya.Semua gelombang suara yang dipergunakan oleh GMC (Genius Mind
Consultancy), ditujukan untuk memberi sinyal yang berbeda pada anak.
Sinyal suara tersebut merangsang bagian otak yang mengatur keseimbangan
hormon, dan kecenderungan perilaku.
Efek suara terhadap karakter / tingkah laku sudah banyak diketahui
oleh masyarakat. Ada jenis musik / suara yang akan meningkatkan
konsentrasi kita. Sementara ada juga musik / suara yang akan membuat
kita relax dan tidur. Sementara ada jenis musik yang bisa membangkitkan
semangat. Ada pula jenis musik yang akan menghasilkan orang-orang yang
kalap dan merusak.
Jenis lagu dan suara yang dipergunakan dalam aktivasi GMC ditujukan
untuk merangsang sisi baik dari otak. Tetapi jika musik / suara ini di
reproduksi (direkam ulang), maka pasti ada beberapa frekuensi penting
yang terpotong dan berubah. Kita tentu dapat membedakan mana musik asli
dari suatu kaset, dan mana musik hasil rekaman generasi 1 atau 2. Setiap
usaha reproduksi pasti akan mempengaruhi kualitas suara. Jika suara
tersebut tidak ditujukan untuk merangsang otak, maka tidak menjadi
masalah. Tatapi jika suara/ lagu tersebut ditujukan untuk mempengaruhi
otak secara langsung, jangan coba-coba untuk melakukannya. Jika suara
tersebut tidak merangsang otak secara seimbang, maka efeknya dapat
menjadi buruk
Sekarang ini di pasaran beredar banyak lagu / suara untuk berbagai
kebutuhan otak. Yakinkan anda mendapatkanya dari sumber yang asli.
Jangan membeli rekaman / reproduksi dari lagu / suara tersebut. Apalagi
jika anda memilih untuk mengaktifkan otak anak anda (atau anda sediri?,
tunggu 2 tahun lagi!), yakinkan anda menghubungi penyelenggara aktivasi
otak tengah yang memang mengkhususkan diri untuk hal tersebut.
Aktivasi otak tengah akan menyebabkan terjadinya perubahan cara kerja
otak. Dengan otak tengah yang relatif lebih aktif dari pada sebelumya,
terjadi juga pergeseran keseimbangan hormon. Perubahan ini seringkali
belum bisa di atasi oleh anak. Anak-anak ini terlihat lebih sensitif dan
mudah ngambek. Janganlah kuatir tentang hal ini. Mereka sedang ada
dalam tahap transisi menjelang berubahnya pola kerja otak. Tetaplah
sabar dan jangan menyinggung perasaan mereka. Maklumilah mereka karena
ini bukanlah karakter yang akan berlangsung selamanya. Mereka akan
menjadi lebih stabil dalam 1 – 2 minggu. Ada juga beberapa anak yang
mengalami hal ini sampai 1 bulan.
Hal lain yang sering juga dialami adalah meningkatnya suhu tubuh.
Peningkatan ini menunjukan perubahan fisik otak yang menyebabkan
metabolisma tubuh meningkat. Tidak perlu kuatir tentang peningkatan suhu
tubuh ini. Terangkan kepada anak bahwa mereka perlu meminum banyak air
tawar. Buatlah agar anak senang minum. Anak perlu minum sekitar 2 liter
perhari. Kita bisa sediakan 4 botol air seukuran 500 ml. Jika mereka
dapat menghabiskan seluruh air itu, maka berilah hadiah kecil (seperti
pinsil atau penghapus). 4 botol ini dapat disebar disekeliling dia,
seperti di tas sekolah, pinggir tempat tidur, meja belajar, di mobil
dll. Setiap kali anak melihat botol tersebut, maka anjurkan mereka untuk
menghabiskannya. Tentu saja orang tua juta perlu memberikan contoh.
Untuk dewasa sebaiknya kita minum 3 liter / hari