Di tengah ketakutan akan serangan Israel terhadap Iran, pasangan dari
Israel ini membuat sebuah kampanye damai yang menjadi populer di
Facebook.


Poster balasan dari Iran.
Habis Baca Dan Lihat jangan lupa Komentarnya... Thanks Jika Anda Suka Silahkan Share...
Pasangan asal Israel tersebut, desainer grafis Ronnie Edri dan Michal
Tamir, memutuskan hari Sabtu untuk "memotong ketegangan dan ketakutan
akan kemungkinan terjadinya perang Israel-Iran, dan langsung
berkomunikasi dengan warga Iran." Adalah majalah online +972 dan Dimi
Reider yang pertama melaporkan soal kampanye ini.
Pasangan itu kemudian mengunggah poster-poster Facebook menampilkan
wajah mereka yang tersenyum--warga Israel awam dengan anak-anak
mereka--menyatakan cinta mereka pada orang-orang Iran dan meyakinkan
semua orang bahwa Israel tidak akan mengebom Iran. "Orang-orang Iran,
kami tidak akan pernah menyerang negara Anda, kami mencintai Anda,"
tertulis di poster tersebut.
"Saya bukan wakil resmi negara saya," kata Edri di halaman Facebooknya.
Kepada harian Haaretz, dia menjelaskan bahwa dia adalah seorang ayah
dan guru. Ia melanjutkan, "Kami mencintai Anda. Kami tidak ingin
membahayakan Anda. Sebaliknya, kami ingin nongkrong bareng dan
berbicara soal olahraga."
Kampanye damai "Israeli hearts Iran" kini dibalas oleh "Iranians love
Israel" yang mengajukan kampanye serupa di Facebook. ""Kami mencintai
Anda, orang-orang Israel! Orang-orang Iran tidak ingin perang dengan
negara mana pun," kata poster tersebut di halaman Facebook.
Poster balasan dari Iran.
Meski permusuhan antara dua negara tersebut terus meruncing, Edri dan
Tamir mendapat ratusan pesan rahasia dari orang-orang Iran yang
menyatakan bahwa mereka tersentuh akan kampanye tersebut. Israel dan
Iran awalnya adalah sekutu sampai pada 1979, saat revolusi Islam
menjatuhkan Syah Iran. Iran bahkan masih memiliki populasi etnis Yahudi
yang besar.
"Saat kita dikelilingi pembicaraan soal ancaman dan perang, kita sangat
takut sampai menarik diri," kata Edri kepada Haaretz. "Jadi saya
pikir, kenapa tidak mencoba berbicara ke sisi yang berlawanan, melewati
para jenderal-jenderal militer, dan melihat apakah orang-orang Iran
benar membenci saya?"

