Yogyakarta merupakan campuran dan kombinasi dari berbagai pengaruh budaya, dari era kolonial bersejarah untuk pengaruh mistik Sultan dan kuil-kuil tua, kota tua ini memiliki semuanya. Ketika Anda menjelajahi keragaman budaya dan sosial dan kehidupan sehari-hari, luangkan waktu untuk mengunjungi situs-situs bersejarah dan masuk museum-hopping, ini adalah kota yang pasti untuk buffs pesona sejarah dan budaya sama burung bangkai!
Hiruk-pikuk Malioboro
Wisatawan di Yogyakarta selalu menemukan diri mereka tertarik pada hiruk-pikuknya Malioboro, dan sebagainya harus kita mulai dari wisata kami dengan mengunjungi pusat Yogyakarta. Ini jalan perbelanjaan utama adalah distrik wisata terbesar di Yogyakarta, dengan berbagai, makan belanja dan tamasya yang tersedia untuk semua orang.
Benteng Vredeburg Bersejarah
Benteng Vredeburg disebut Port Rustenberg ketika pertama kali dibangun oleh Belanda pada tahun 1760. Tapi nama itu diubah pada 1765, dan sejak saat itu digunakan sebagai pangkalan militer sampai 1992 ketika menjadi Museum Nasional Revolusioner. Di museum adalah pameran nasionalis menceritakan perjuangan revolusioner Indonesia melawan penjajah Belanda, yang membuat untuk sejarah panjang - yang kolonialisme Belanda di Indonesia berlangsung selama 350 tahun!
Taman Sari - Istana Air Tamansari
Taman Sari atau Water Castle ini dibangun sebagai rumah istirahat dan taman kesenangan bagi keluarga kerajaan kembali tahun 1758. Ini tujuan wisata populer terdiri dari Ruang Suci, Pool Mandi serta Kenanga atau Pulau Cemeti. Pulau Cemeti adalah sebuah tempat yang sangat menarik yang memainkan tuan rumah bagi berbagai terowongan bawah tanah dan kanal. Legenda mengatakan bahwa sebuah terowongan rahasia ada, menghubungkan Samudera Hindia ke Selatan di mana mitos Nyai Roro Kidul (Ratu dari Selatan) berada.
Keraton - Istana Sultan
Kata Keraton harfiah berarti istana seseorang kekuasaan, biasanya Raja atau Ratu. Dalam contoh khusus, Keraton adalah rumah dari Sultan Yogyakarta, orang yang paling penting di Yogyakarta, yang beberapa penduduk lokal yang diadakan di hal yang sama dengan Presiden Indonesia sendiri! Dalam legenda masyarakat Jawa, Keraton didefinisikan sebagai pusat dunia, dan karena itu diselenggarakan dengan kekaguman tertinggi dan kesucian antara Yogyakartans. Bagian dari Istana sekarang terbuka untuk umum untuk melihat-lihat, dengan menampilkan berbagai kebudayaan tradisional Yogyakarta di acara, seperti gamelan, atau berbagai kostum lama.
Yogyakarta tuan rumah Sekaten, salah satu yang paling banyak diantisipasi festival Indonesia. Cari tahu lebih banyak tentang hal ini dan lainnya yang unik's festival Indonesia dalam tinjauan kami 7 Uniquely Festival Indonesia !
Ngasem, Pasar Burung
Pasar Ngasem, hanya 400 meter dari Keraton, adalah sarang kegiatan dan kepentingan, penuh dengan burung-burung dari semua jenis dan varietas. Banyak hewan lain juga dijual di sini, seperti ular dan reptil, tapi burung yang tanpa diragukan lagi atraksi utama di sini, dengan banyak pengunjung yang ingin menikmati keindahan burung yang dipamerkan, dan untuk membelinya.
Kota Gede - Kota Perak
Di masa tua, Kota Gede, atau Silver City, terkenal dengan kerajinan perak yang berkualitas tinggi sehingga mereka diekspor ke pasar luar negeri. Ini bekas ibukota Kerajaan Mataram ratusan tuan rumah kuno dari memproduksi kerajinan perak mulai dari perhiasan, ornamen dan peralatan dan terkenal sebagai pusat kerajinan perak Jawa.
Majestic Candi Borobudur
Tidak diragukan lagi permata Yogyakarta, Candi Borobudur adalah stupa Buddha menakjubkan dan kompleks candi kuno sekitar 45 menit dari pusat kota Yogyakarta. Ini adalah yang paling populer satu obyek wisata di hari modern Indonesia, dan Anda dapat mengharapkan rombongan turis di sana setiap hari. Jika Anda ingin menikmati tur, damai swasta, kepala di Hotel Manohara untuk buku terdekat dan diri tur matahari terbit, yang memberikan Anda kesempatan untuk menikmati kompleks ajaib sebelum orang bisa masuk. Hal ini juga bernilai uang!
Pulau Jawa merupakan melting pot budaya dan sejarah, dengan Borobudur sebagai permata utama mahkota. Check out foto perjalanan kami melalui keajaiban buatan manusia, Candi Borobudur, Jawa Tengah !
Candi Prambanan
Candi Prambanan sering dianggap adik kecil Candi Borobudur di dekatnya. Besar dan mengesankan, tetapi tidak cukup menawan sebagai Candi Borobudur populer. Kompleks candi ini Namun, masih sebuah arsitektur sangat penting dalam sejarah Indonesia. Kompleks Candi Prambanan adalah kumpulan dari candi Hindu yang dibangun oleh Kerajaan Mataram. Ini Situs Warisan Dunia UNESCO juga merupakan salah satu candi Hindu terbesar di dunia, yang membuatnya lain harus-lihat atraksi di Yogyakarta.
Candi Ratu Boko
Ini campuran Hindu dan Budha karya arsitektur adalah sebuah atraksi menarik terletak sekitar 3 kilometer selatan Candi Prambanan. Candi ini diyakini telah dibangun sebagai asrama bagi biarawan, berdasarkan prasasti dating kembali ke pertengahan thn 700. Ini juga merupakan pengingat Raja Boko, raja legendaris yang disebutkan dalam cerita rakyat Loro Jonggrang. Candi ini membanggakan indah biara, teras dan kolam, belah menjadi dua candi utama (Candi Batu Putih dan Candi Pembakaran), tiga miniatur candi dan Mandi sebuah Place.
Kampung Wisata Dipowinatan
Kampung wisata Dipowinatan memang tergolong baru bagi anda sekalian namun perlu diketahui bahwa kampung wisata ini telah di proklamirkan sejak 4 November 2006 lalu. Sepintas kilas jika anda tidak memperhatikan dengan seksama kampung Dipowinatan tampak sama seperti halnya kampug yang lain yang ada diperkotaan. Namin jika anda masuk kampung Dipowinatan anggapan tersebut akan dapat anda tepis. Selain lingkungan yang tertata rapi dan juga bersih juga kehidupan sosiokultur masyarakat yang tetap menjaga tradisi menjadi daya tari tersendiri.
Konsep yang ditawarkan ialah Blusukan dan bertamu disebuah keluarga Jawa. Dimana wisatawan dalam bertamu harus menggunakan pakaian jawa dan juga wisatawan akan dijamu dengan kuliner khas Jawa. Selain itu juga wisatawan disjikan wisata pengalaman batin yang dikemas dalam reality life,dimana wisatawan diajak menyelami sekaligus menikmati rutinitas kehidupan sehari-hari masyarakat setempat seperti jika ada warga yang menggelar pernikahan wisatawan diajak jagong dengan cara Jawa dan juga memberikan sumbangan, bahkan juga wisatawan ikut rewang. Selain itu juga ada paket Enjoy the Culture yaitu paket menikmati suasana dalam menikmati sebuah pentas kesenian dan berbagai atraksi yang penuh dengan nilai-nilai tradisi.
Sumur Gumuling
Tidak banyak yang mengetahui bahwa bangunan sumur Gumuling yang berada dalam satu komplek dengan taman sari ini sebenarnya adalah sebuah masjid bawah tanah yang digunakan pada masa kejayaan Keraton Yogyakarta. untuk menuju seumur gumuling dulu ada dua buah jalan yaitu melalui gerbang barat dan gerbang timur. Sebenarnya gerbang-gerbang ini adalah bagian dari urung-urung(gorong-gorong) menuju ke sumur gumuling. Gerbang barat sekarang hanya tinggal sisa-sisanya saja demikian juga urung-urungnya telah runtuh sehingga tidak mungkin dilewati, sedangkan gerbang timur masih dalam kondisi yang cukup baik dan urung-urungnyapun masih bisa dilewati.
Sumur Gumuling merupakan bangunan mesjid yang memiliki banyak filosofi dari segi arsitekturnya. pintu utama sumur gumuling hanya terdapat satu buah sehingga unutk masuk dan keluar harus menggunakan pintu yang sama. hal tersebut mengandung filosofi banhwa manusia hidup berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. sumur yang dimaksud itu sebndiri ada di tengah tengah bangunan dan diatasnya terdapat tangga untuk menuju ke lantai dua. tanggal tersebut ada lima yang mengacu pada jumlah rukun islam, empat diantaranya menuju ketengah membentuk pelataran kecil dan sati tanggal lainnya menghubungkan ke lantai dua. Maksudnya satu tangga keatas menunjukkan bilamanan kita telah "mampu" maka kita bisa menunaikan Rukun Islam yang ke-5 yaitu menunaikan ibadah haji. pada lantai 2 terdapat 4 jendela yang mengartikan mata angin
Istana Kepresidenan Gedung Agung
Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Ahmad Yani dahulu dikenal Jalan Malioboro, jantung ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, dan berada pada ketinggian 120 m dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43.585 m².
Gedung utama kompleks istana ini mulai dibangun pada Mei 1824 yang diprakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat, Residen Yogyakarta ke-18 (1823-1825) yang menghendaki adanya "istana" yang berwibawa bagi residen-residen Belanda sedangkan arsiteknya adalah A. Payen. Karena adanya Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825-1830) pembangunan gedung itu tertunda. Pembangunan tersebut diteruskan setelah perang tersebut berakhir yang selesai pada 1832. Pada 10 Juni 1867, kediaman resmi residen Belanda itu ambruk karena gempa bumi. Bangunan baru pun didirikan dan selesai pada 1869. Bangunan inilah yang menjadi gedung utama komplek Istana Kepresidenan Yogyakarta yang sekarang disebut juga Gedung Negara. Pada 19 Desember 1927, status administratif wilayah Yogyakarta sebagai karesidenan ditingkatkan menjadi provinsi di mana Gubernur menjadi penguasa tertinggi. Dengan demikian gedung utama menjadi kediaman para gubernur Belanda di Yogyakarta sampai masuknya Jepang. Pada 6 Januari 1946, "Kota Gudeg" ini mernjadi ibu kota baru Republik Indonesia yang masih muda dan istana itu berubah menjadi Istana Kepresidenan, tempat tinggal Presiden Soekarno beserta keluarganya, sedangkan Wakil Presiden Mohammad Hatta tinggal di gedung yang sekarang ditempati Korem 072/Pamungkas.
Musem Perjuangan
Museum ini didirikan dengan tujuan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Penjajahan Belanda. Terletak di JL. Kol Sugiono 24 Yogyakarta dan diresmikan pada tahun 1961. bangunan museum sangat unik bernetuk Ronde Temple yang merypakan perpaduan arsitektur gaya romawi kuno dan timur. Yang secara simbolis mencerminkan tanggal kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 agustus 1945. Museum ini mengoleksi benda-benda sejarah perjuangan, seperti: relief, patung, foto dan mejakursi. Jumalh koleksi sekitar 200 buah tentang sejarah perjuangan bangsa indonesia dari tahun 1908-1949
MUSEUM SANDI
Museum Sandi merupakan museum khusus yang menampilkan berbagai jenis koleksi persandian bersejarah, yang berlokasi di dalam bangunan Museum Perjuangan Yogyakarta. Secara fisik, bangunan Museum Perjuangan berbentuk bulat, dengan garis tengah 30 m dan tinggi bangunan 17 m yang terdiri dari dua lantai. Koleksi Museum Sandi menempati areal lantai dasar bangunan, sedangkan lantai teratas bangunan untuk koleksi Museum Perjuangan Yogyakarta. Pada tampak luar, terdapat Sengkalan pada bangunan Museum Perjuangan yang berbunyi “Anggatra Pirantining Kusuma Negara”.
Pasar Klithikan
Yogyakarta yang unik, khas dan selalu ada yang berbeda. Berbagai pasar tradisional berkembang menjadi salah satu kekuatan Kota Yogyakarta yang meranik untuk dikunjungi. Saat ini berkembang Pasar Klithikan yang terletak di Jl. HOS Cokroaminoto 34, dimana penjual dan pembeli memiliki kesempatan dan kekuatan tawar yang sama untuk mendapatkan atau untuk menjual suatu barang. Yang manarik adalah bahwa dipasar klithikan ini dijual berbagai barang elektronik maupun non elektronik baik baru amupun bekas, seperti : Peralatan rumah tangga , barang antik, HP beserta asesorisnya, konveksi, onderdil kendaran, peralatan tukang, peralatan bengkel, peralatan musik, sepeatu dan sandal.
Pasar Klitikan lebih hidup di ramai pada malam hari didukung dengan penjual angkringan makanan minuman tradisional yang menambah kekhasan Jogja akan masa tempo dulu. Pasar ini merupakan hasil relokasi dari para penjual barang bekas yang sebelumnya berjualan di kawasan jalan P. Mangkubumi dan Jl, Asem Gede. jadi jika anda berkeinginan untuk berburu barang-barang bekas/unik maka pasar ini adalah opsi yang tepat.
Habis Baca Dan Lihat jangan lupa Komentarnya... Thanks Jika Anda Suka Silahkan Share...
Hiruk-pikuk Malioboro
Wisatawan di Yogyakarta selalu menemukan diri mereka tertarik pada hiruk-pikuknya Malioboro, dan sebagainya harus kita mulai dari wisata kami dengan mengunjungi pusat Yogyakarta. Ini jalan perbelanjaan utama adalah distrik wisata terbesar di Yogyakarta, dengan berbagai, makan belanja dan tamasya yang tersedia untuk semua orang.
Benteng Vredeburg Bersejarah
Benteng Vredeburg disebut Port Rustenberg ketika pertama kali dibangun oleh Belanda pada tahun 1760. Tapi nama itu diubah pada 1765, dan sejak saat itu digunakan sebagai pangkalan militer sampai 1992 ketika menjadi Museum Nasional Revolusioner. Di museum adalah pameran nasionalis menceritakan perjuangan revolusioner Indonesia melawan penjajah Belanda, yang membuat untuk sejarah panjang - yang kolonialisme Belanda di Indonesia berlangsung selama 350 tahun!
Taman Sari - Istana Air Tamansari
Taman Sari atau Water Castle ini dibangun sebagai rumah istirahat dan taman kesenangan bagi keluarga kerajaan kembali tahun 1758. Ini tujuan wisata populer terdiri dari Ruang Suci, Pool Mandi serta Kenanga atau Pulau Cemeti. Pulau Cemeti adalah sebuah tempat yang sangat menarik yang memainkan tuan rumah bagi berbagai terowongan bawah tanah dan kanal. Legenda mengatakan bahwa sebuah terowongan rahasia ada, menghubungkan Samudera Hindia ke Selatan di mana mitos Nyai Roro Kidul (Ratu dari Selatan) berada.
Keraton - Istana Sultan
Kata Keraton harfiah berarti istana seseorang kekuasaan, biasanya Raja atau Ratu. Dalam contoh khusus, Keraton adalah rumah dari Sultan Yogyakarta, orang yang paling penting di Yogyakarta, yang beberapa penduduk lokal yang diadakan di hal yang sama dengan Presiden Indonesia sendiri! Dalam legenda masyarakat Jawa, Keraton didefinisikan sebagai pusat dunia, dan karena itu diselenggarakan dengan kekaguman tertinggi dan kesucian antara Yogyakartans. Bagian dari Istana sekarang terbuka untuk umum untuk melihat-lihat, dengan menampilkan berbagai kebudayaan tradisional Yogyakarta di acara, seperti gamelan, atau berbagai kostum lama.
Yogyakarta tuan rumah Sekaten, salah satu yang paling banyak diantisipasi festival Indonesia. Cari tahu lebih banyak tentang hal ini dan lainnya yang unik's festival Indonesia dalam tinjauan kami 7 Uniquely Festival Indonesia !
Ngasem, Pasar Burung
Pasar Ngasem, hanya 400 meter dari Keraton, adalah sarang kegiatan dan kepentingan, penuh dengan burung-burung dari semua jenis dan varietas. Banyak hewan lain juga dijual di sini, seperti ular dan reptil, tapi burung yang tanpa diragukan lagi atraksi utama di sini, dengan banyak pengunjung yang ingin menikmati keindahan burung yang dipamerkan, dan untuk membelinya.
Kota Gede - Kota Perak
Di masa tua, Kota Gede, atau Silver City, terkenal dengan kerajinan perak yang berkualitas tinggi sehingga mereka diekspor ke pasar luar negeri. Ini bekas ibukota Kerajaan Mataram ratusan tuan rumah kuno dari memproduksi kerajinan perak mulai dari perhiasan, ornamen dan peralatan dan terkenal sebagai pusat kerajinan perak Jawa.
Majestic Candi Borobudur
Tidak diragukan lagi permata Yogyakarta, Candi Borobudur adalah stupa Buddha menakjubkan dan kompleks candi kuno sekitar 45 menit dari pusat kota Yogyakarta. Ini adalah yang paling populer satu obyek wisata di hari modern Indonesia, dan Anda dapat mengharapkan rombongan turis di sana setiap hari. Jika Anda ingin menikmati tur, damai swasta, kepala di Hotel Manohara untuk buku terdekat dan diri tur matahari terbit, yang memberikan Anda kesempatan untuk menikmati kompleks ajaib sebelum orang bisa masuk. Hal ini juga bernilai uang!
Pulau Jawa merupakan melting pot budaya dan sejarah, dengan Borobudur sebagai permata utama mahkota. Check out foto perjalanan kami melalui keajaiban buatan manusia, Candi Borobudur, Jawa Tengah !
Candi Prambanan
Candi Prambanan sering dianggap adik kecil Candi Borobudur di dekatnya. Besar dan mengesankan, tetapi tidak cukup menawan sebagai Candi Borobudur populer. Kompleks candi ini Namun, masih sebuah arsitektur sangat penting dalam sejarah Indonesia. Kompleks Candi Prambanan adalah kumpulan dari candi Hindu yang dibangun oleh Kerajaan Mataram. Ini Situs Warisan Dunia UNESCO juga merupakan salah satu candi Hindu terbesar di dunia, yang membuatnya lain harus-lihat atraksi di Yogyakarta.
Candi Ratu Boko
Ini campuran Hindu dan Budha karya arsitektur adalah sebuah atraksi menarik terletak sekitar 3 kilometer selatan Candi Prambanan. Candi ini diyakini telah dibangun sebagai asrama bagi biarawan, berdasarkan prasasti dating kembali ke pertengahan thn 700. Ini juga merupakan pengingat Raja Boko, raja legendaris yang disebutkan dalam cerita rakyat Loro Jonggrang. Candi ini membanggakan indah biara, teras dan kolam, belah menjadi dua candi utama (Candi Batu Putih dan Candi Pembakaran), tiga miniatur candi dan Mandi sebuah Place.
Kampung Wisata Dipowinatan
Kampung wisata Dipowinatan memang tergolong baru bagi anda sekalian namun perlu diketahui bahwa kampung wisata ini telah di proklamirkan sejak 4 November 2006 lalu. Sepintas kilas jika anda tidak memperhatikan dengan seksama kampung Dipowinatan tampak sama seperti halnya kampug yang lain yang ada diperkotaan. Namin jika anda masuk kampung Dipowinatan anggapan tersebut akan dapat anda tepis. Selain lingkungan yang tertata rapi dan juga bersih juga kehidupan sosiokultur masyarakat yang tetap menjaga tradisi menjadi daya tari tersendiri.
Konsep yang ditawarkan ialah Blusukan dan bertamu disebuah keluarga Jawa. Dimana wisatawan dalam bertamu harus menggunakan pakaian jawa dan juga wisatawan akan dijamu dengan kuliner khas Jawa. Selain itu juga wisatawan disjikan wisata pengalaman batin yang dikemas dalam reality life,dimana wisatawan diajak menyelami sekaligus menikmati rutinitas kehidupan sehari-hari masyarakat setempat seperti jika ada warga yang menggelar pernikahan wisatawan diajak jagong dengan cara Jawa dan juga memberikan sumbangan, bahkan juga wisatawan ikut rewang. Selain itu juga ada paket Enjoy the Culture yaitu paket menikmati suasana dalam menikmati sebuah pentas kesenian dan berbagai atraksi yang penuh dengan nilai-nilai tradisi.
Sumur Gumuling
Tidak banyak yang mengetahui bahwa bangunan sumur Gumuling yang berada dalam satu komplek dengan taman sari ini sebenarnya adalah sebuah masjid bawah tanah yang digunakan pada masa kejayaan Keraton Yogyakarta. untuk menuju seumur gumuling dulu ada dua buah jalan yaitu melalui gerbang barat dan gerbang timur. Sebenarnya gerbang-gerbang ini adalah bagian dari urung-urung(gorong-gorong) menuju ke sumur gumuling. Gerbang barat sekarang hanya tinggal sisa-sisanya saja demikian juga urung-urungnya telah runtuh sehingga tidak mungkin dilewati, sedangkan gerbang timur masih dalam kondisi yang cukup baik dan urung-urungnyapun masih bisa dilewati.
Sumur Gumuling merupakan bangunan mesjid yang memiliki banyak filosofi dari segi arsitekturnya. pintu utama sumur gumuling hanya terdapat satu buah sehingga unutk masuk dan keluar harus menggunakan pintu yang sama. hal tersebut mengandung filosofi banhwa manusia hidup berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. sumur yang dimaksud itu sebndiri ada di tengah tengah bangunan dan diatasnya terdapat tangga untuk menuju ke lantai dua. tanggal tersebut ada lima yang mengacu pada jumlah rukun islam, empat diantaranya menuju ketengah membentuk pelataran kecil dan sati tanggal lainnya menghubungkan ke lantai dua. Maksudnya satu tangga keatas menunjukkan bilamanan kita telah "mampu" maka kita bisa menunaikan Rukun Islam yang ke-5 yaitu menunaikan ibadah haji. pada lantai 2 terdapat 4 jendela yang mengartikan mata angin
Istana Kepresidenan Gedung Agung
Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Ahmad Yani dahulu dikenal Jalan Malioboro, jantung ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, dan berada pada ketinggian 120 m dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43.585 m².
Gedung utama kompleks istana ini mulai dibangun pada Mei 1824 yang diprakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat, Residen Yogyakarta ke-18 (1823-1825) yang menghendaki adanya "istana" yang berwibawa bagi residen-residen Belanda sedangkan arsiteknya adalah A. Payen. Karena adanya Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825-1830) pembangunan gedung itu tertunda. Pembangunan tersebut diteruskan setelah perang tersebut berakhir yang selesai pada 1832. Pada 10 Juni 1867, kediaman resmi residen Belanda itu ambruk karena gempa bumi. Bangunan baru pun didirikan dan selesai pada 1869. Bangunan inilah yang menjadi gedung utama komplek Istana Kepresidenan Yogyakarta yang sekarang disebut juga Gedung Negara. Pada 19 Desember 1927, status administratif wilayah Yogyakarta sebagai karesidenan ditingkatkan menjadi provinsi di mana Gubernur menjadi penguasa tertinggi. Dengan demikian gedung utama menjadi kediaman para gubernur Belanda di Yogyakarta sampai masuknya Jepang. Pada 6 Januari 1946, "Kota Gudeg" ini mernjadi ibu kota baru Republik Indonesia yang masih muda dan istana itu berubah menjadi Istana Kepresidenan, tempat tinggal Presiden Soekarno beserta keluarganya, sedangkan Wakil Presiden Mohammad Hatta tinggal di gedung yang sekarang ditempati Korem 072/Pamungkas.
Musem Perjuangan
Museum ini didirikan dengan tujuan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Penjajahan Belanda. Terletak di JL. Kol Sugiono 24 Yogyakarta dan diresmikan pada tahun 1961. bangunan museum sangat unik bernetuk Ronde Temple yang merypakan perpaduan arsitektur gaya romawi kuno dan timur. Yang secara simbolis mencerminkan tanggal kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 agustus 1945. Museum ini mengoleksi benda-benda sejarah perjuangan, seperti: relief, patung, foto dan mejakursi. Jumalh koleksi sekitar 200 buah tentang sejarah perjuangan bangsa indonesia dari tahun 1908-1949
MUSEUM SANDI
Museum Sandi merupakan museum khusus yang menampilkan berbagai jenis koleksi persandian bersejarah, yang berlokasi di dalam bangunan Museum Perjuangan Yogyakarta. Secara fisik, bangunan Museum Perjuangan berbentuk bulat, dengan garis tengah 30 m dan tinggi bangunan 17 m yang terdiri dari dua lantai. Koleksi Museum Sandi menempati areal lantai dasar bangunan, sedangkan lantai teratas bangunan untuk koleksi Museum Perjuangan Yogyakarta. Pada tampak luar, terdapat Sengkalan pada bangunan Museum Perjuangan yang berbunyi “Anggatra Pirantining Kusuma Negara”.
Pasar Klithikan
Yogyakarta yang unik, khas dan selalu ada yang berbeda. Berbagai pasar tradisional berkembang menjadi salah satu kekuatan Kota Yogyakarta yang meranik untuk dikunjungi. Saat ini berkembang Pasar Klithikan yang terletak di Jl. HOS Cokroaminoto 34, dimana penjual dan pembeli memiliki kesempatan dan kekuatan tawar yang sama untuk mendapatkan atau untuk menjual suatu barang. Yang manarik adalah bahwa dipasar klithikan ini dijual berbagai barang elektronik maupun non elektronik baik baru amupun bekas, seperti : Peralatan rumah tangga , barang antik, HP beserta asesorisnya, konveksi, onderdil kendaran, peralatan tukang, peralatan bengkel, peralatan musik, sepeatu dan sandal.
Pasar Klitikan lebih hidup di ramai pada malam hari didukung dengan penjual angkringan makanan minuman tradisional yang menambah kekhasan Jogja akan masa tempo dulu. Pasar ini merupakan hasil relokasi dari para penjual barang bekas yang sebelumnya berjualan di kawasan jalan P. Mangkubumi dan Jl, Asem Gede. jadi jika anda berkeinginan untuk berburu barang-barang bekas/unik maka pasar ini adalah opsi yang tepat.

















