1. Jembatan Akar – Pesisir Selatan
Terletak di kampung Pulut-pulut kecamatang Bayang Utara. Objek wisata ini berjarak 24 KM dari Painan dan 65 KM dari Padang. Jembatan Akar ini merupakan objek wisata yang sangat unik karena jembatan ini terbentuk dari penyatuan jalinan akar-akar pohon beringin, sehingga membentuk suatu jembatan, dan yang menarik lagi di bawahnya terdapat sungai/batang Bayang, yang dapat digunakan untuk aktivitas arung jeram.
Jembatan ini pertama kali dibuat oleh seorang tokoh masyarakat bernama Pakiah Sokan pada tahun 1916 dengan tujuan untuk menghubungkan dua desa yang terpisah oleh sungai. Kondisi jembatan ini semakin lama semakin kuat karena semakin besarnya akar pohon beringin yang membentuknya. Panjang jembatan ini 25 M dengan lebar 1,5 M, setiap hari libur tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.
2. Ngarai Sianok – Bukit Tinggi
Ngarai Sianok atau Lembah Pendiang merupakan suatu lembah curam (jurang) Namun sangat indah, hijau dan subur. Lembah ini memanjang dan berkelok dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai ke Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir di Palupuh. Jurang ngarai dalamnya sekitar 100 m yang membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar ...
Didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Keindahan alam Ngarai Sianok mempesona, sering dijadikan bahan imajinasi para pelukis dan diabadikan oleh para wisatawan untuk diambil foto-fotonya. Ngarai Sianok terletak di pusat Kota Bukittinggi dengan panjang ± 15 km, kedalaman ± 100 m dan lebar sekitar 200 m. Pada zaman penjajahan Belanda Ngarai Sianok dikenal sebagai Kerbau Sanget karena didasar ngarai terdapat banyak kerbau lia.
3. Danau Singkarak – Tanah Datar
Berbeda dengan Danau Maninjau yang terletak dalam satu daerah Kabupaten yaitu Kabupaten Agam, Danau Singkarak terletak didaerah dataran yang berada dalam dua daerah Kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok .
Dari segi jarak tempuh, Danau Singkarak berada pada jarak 75 KM dari kota Padang atau 48 KM Bukittinggi.
Lembah Harau seluas 270,5 hektar. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau ter terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan
yang acap terlihat di kawasan ini.

Pulau Cubadak terletak di kawasan Mandeh dengan luas 705 Ha dan dikenal dengan nama Pincuran Talu. Pulau ini terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berlokasi di sebelah barat kampung Mandeh.
Pulau Cubadak memiliki panorama alam yang sangat indah dengan pasirnya yang putih bersih. Keistimewaan Pulau Cubadak adalah di sekitarnya terdapat beberapa teluk, batu dan tanjung sehingga bagi beberapa orang Eropa pulau ini dijuluki sebagai “The Paradise of The South�. Di pulau ini terdapat tempat penginapan yang terbuat dari bahan alami; kayu, rotan, dan atapnya dari Daun Rumbia yang telah dikelola secara professional sebagai tempat wisata bertaraf internasional oleh investor Itali. Perahu layar juga telah dipersiapkan bagi para pesiar didukung oleh penginapan pantai yang bergaya bungalow.
Wisata Mandeh melingkupi 7 kampung di 3 nagari yang dihuni oleh 9.931 jiwa penduduk dengan mata pencaharian bertani, beternak dan nelayan. Objek wisata kawasan Mandeh (Mandeh Resort) sudah dikenal baik ditingkat nasional dan internasional dengan adanya investasi asing (Itali), mengembangkan resort wisata yang dikenal dengan Cubadak Paradiso.
Habis Baca Dan Lihat jangan lupa Komentarnya... Thanks Jika Anda Suka Silahkan Share...
Terletak di kampung Pulut-pulut kecamatang Bayang Utara. Objek wisata ini berjarak 24 KM dari Painan dan 65 KM dari Padang. Jembatan Akar ini merupakan objek wisata yang sangat unik karena jembatan ini terbentuk dari penyatuan jalinan akar-akar pohon beringin, sehingga membentuk suatu jembatan, dan yang menarik lagi di bawahnya terdapat sungai/batang Bayang, yang dapat digunakan untuk aktivitas arung jeram.
Jembatan ini pertama kali dibuat oleh seorang tokoh masyarakat bernama Pakiah Sokan pada tahun 1916 dengan tujuan untuk menghubungkan dua desa yang terpisah oleh sungai. Kondisi jembatan ini semakin lama semakin kuat karena semakin besarnya akar pohon beringin yang membentuknya. Panjang jembatan ini 25 M dengan lebar 1,5 M, setiap hari libur tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.
2. Ngarai Sianok – Bukit Tinggi
Ngarai Sianok atau Lembah Pendiang merupakan suatu lembah curam (jurang) Namun sangat indah, hijau dan subur. Lembah ini memanjang dan berkelok dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai ke Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir di Palupuh. Jurang ngarai dalamnya sekitar 100 m yang membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar ...
Didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Keindahan alam Ngarai Sianok mempesona, sering dijadikan bahan imajinasi para pelukis dan diabadikan oleh para wisatawan untuk diambil foto-fotonya. Ngarai Sianok terletak di pusat Kota Bukittinggi dengan panjang ± 15 km, kedalaman ± 100 m dan lebar sekitar 200 m. Pada zaman penjajahan Belanda Ngarai Sianok dikenal sebagai Kerbau Sanget karena didasar ngarai terdapat banyak kerbau lia.
3. Danau Singkarak – Tanah Datar
Danau Singkarak adalah salah satu dari 3 Danau yang ada di Sumatera Barat, yang dua lagi adalah Danau Maninjau dan Danau Diateh dan Danau Dibawah.
Berbeda dengan Danau Maninjau yang terletak dalam satu daerah Kabupaten yaitu Kabupaten Agam, Danau Singkarak terletak didaerah dataran yang berada dalam dua daerah Kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok .
Dari segi jarak tempuh, Danau Singkarak berada pada jarak 75 KM dari kota Padang atau 48 KM Bukittinggi.
Di pinggiran Danau ini berkembang beberapa jenis Industri Kecil seperti Karupuak Jangek (sejenis Kerupuk yg dibuat dari kulit sapi/kerbau), Dendeng Daging Sapi, Kerajinan Kasur dan bantal ( dipinggir Danau Singkarak didaerah Kabupaten Tanah Datarnya banyak tumbuh tanaman Kapok (sejenis Kapas)),Anyaman Pandan, Ikan bilih asap, Sulaman Adat dll.
Keindahan danau dapat dinikmati dengan menyewa perahu atau speed boat atau kereta dayung.
4. Gunung Singgalang – Padang Panjang
Gunung Singgalang merupakan salah satu dari beberapa gunung yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Ketinggian gunung Singgalang mencapai 2,877 meter dari permukaan laut. Gunung Singgalang secara geografis terletak di Kabupaten Agam. Gunung ini berdiri kokoh tepat berada di sebelah gunung Merapi.
Gunung Singgalang, merupakan Gunung api yang tidak aktif. Gunung ini ditutupi hutan hujan tropis, trek pendakian terjal dan terdapat 2 buah telaga di daerah puncak yaitu “Telaga Dewi” dan “Telaga Kumbang”.
5. Laut Mentawai – Mentawai
![]() ![]() |
Mentawai adalah sebuah pulau terpencil yang terletak di barat Pulau Sumatera yang merupakan bagian dari salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Sumatera Barat. Tidak banyak orang yang tahu keindahan pulau ini. Di Mentawai ini sendiri memiliki banyak pulau yang indah dengan ombak yang sangat besar.
Bagi anda pasangan yang ingin berbulan madu, pelesiran dan menyukai sport, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Laut Mentawai. Disini anda akan mendapatkan pengalaman baru yang lebih menantang dan lebih berwarna dengan berselancar. Ada tiga pulau yang indah yang ada di Mentawai yakni Pulau Siberut, Pulau Pagai, dan Pulau Sipora. Tetapi Pulau Siberut merupakan pulau yang paling besar.
Bagi anda pasangan yang ingin berbulan madu, pelesiran dan menyukai sport, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Laut Mentawai. Disini anda akan mendapatkan pengalaman baru yang lebih menantang dan lebih berwarna dengan berselancar. Ada tiga pulau yang indah yang ada di Mentawai yakni Pulau Siberut, Pulau Pagai, dan Pulau Sipora. Tetapi Pulau Siberut merupakan pulau yang paling besar.
Dengan adanya ombak yang begitu indah dan alami, anda yang memilih tempat ini tidak akan kecewa ditambah lagi jika anda dan pasangan lebih dan ingin mendapatkan pengalaman berbulan madu yang menantang.
Laut Mentawai ini merupakan lokasi surfing terbaik ketiga di dunia. Selain anda dapat berselancar, anda juga dapat menghabiskan waktu berbulan madu dengan menikmati keindahan laut dan pantai yang ada di Mentawai. Sambil berjemur dan melihat alam sekitar, diselangi dengan canda tawa akan menghiasi hari-hari bersama sang kekasih.
Laut Mentawai ini merupakan lokasi surfing terbaik ketiga di dunia. Selain anda dapat berselancar, anda juga dapat menghabiskan waktu berbulan madu dengan menikmati keindahan laut dan pantai yang ada di Mentawai. Sambil berjemur dan melihat alam sekitar, diselangi dengan canda tawa akan menghiasi hari-hari bersama sang kekasih.
Disenja hari, anda juga dapat menikmati pesona sunset yang akan menutup terang nya alam di Laut Mentawai. Kesan sunset yang begitu mendalam akan mewarnai kebahagiaan berbulan madu anda.
Selain itu, anda dan pasangan dapat mengelilingi dan mengunjungi perkampungan yang ada di sekitar Mentawai. Kesan natural dan tradisional masih terasa di perkampungan ini.
Hal itu disebabkan karena masih kuat nya adat istiadat di Mentawai itu sendiri. Sambil beramah tamah dan menyinggahi rumah penduduk akan menambah pengetahuan anda tentang Mentawai. Betapa berharganya bulan madu anda.
Selain itu, anda dan pasangan dapat mengelilingi dan mengunjungi perkampungan yang ada di sekitar Mentawai. Kesan natural dan tradisional masih terasa di perkampungan ini.
Hal itu disebabkan karena masih kuat nya adat istiadat di Mentawai itu sendiri. Sambil beramah tamah dan menyinggahi rumah penduduk akan menambah pengetahuan anda tentang Mentawai. Betapa berharganya bulan madu anda.
6. Lembah Harau – Limapuluh Kota
Lembah Harau .dilingkungi batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m. Dari mulai saat memasuki.
Lembah Harau , kita akan menemukan banyak keindahan yang memukau sepanjang jalan . Sangatlah cocok kalau sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan Yosemite nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926.
Menyaksikan hamparan sawah yang indah, itu hal yang sudah biasa. Namun, jika hamparan sawah itu diapit oleh tebing tebing tegak lurus menjulang setinggi sekitar 150 meter hingga 200 meter, orang pasti akan berdecak kagum. Pemandangan itu bisa dilihat di Lembah Harau, Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana ada cagar alam dan suaka margasatwa.
Lembah Harau seluas 270,5 hektar. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau ter terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan
yang acap terlihat di kawasan ini.
7. Danau Maninjau – Agam
Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.
Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.
Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.
Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.
8. Danau Kembar – Solok
Pesona alam di Sumatra Barat memang tak kalah menariknya dengan wilayah lain. Salah satunya adalah Danau Kembar di Kabupaten Solok. Danau ini selalu ramai dikunjungi wisatawan karena keindahan panoramanya. Danau ini terletak di jajaran Bukit Barisan.
Disebut Danau Kembar karena memang danaunya terdapat dua. Berada saling berdampingan di jajaran Bukit Barisan. Jarak antara danau atas dan danau bawah, hanya sekitar 300 meter. Alhasil disebutlah Danau Kembar.
Disebut Danau Kembar karena memang danaunya terdapat dua. Berada saling berdampingan di jajaran Bukit Barisan. Jarak antara danau atas dan danau bawah, hanya sekitar 300 meter. Alhasil disebutlah Danau Kembar.

Kawasan yang berada di pinggir Jalan Raya Padang, Muara Labuh Kerinci ini terkenal sebagai obyek wisata. Banyak wisatawan datang berkunjung ke tempat ini. Rata-rata jumlah wisatawan di lokasi ini mencapai ratusan orang per hari. Mereka datang dari berbagai daerah di Sumbar dan sekitarnya.
Untuk mencapai lokasi Danau Kembar, sangat mudah. Dari Kota Padang, wisatawan bisa naik bus antarkota dengan ongkos Rp 20 ribu. Perjalanan sejauh 60 kilometer ini ditempuh dalam waktu sekitar satu setengah jam karena jalannya berliku.
Danau Kembar memiliki kedalaman 44 meter. Wisatawan yang memiliki hobi memancing, bisa menyalurkannya di lokasi ini. Di sana tersedia tempat untuk memancing. Selain itu, para wisatawan juga bisa melihat Gunung Api Talang, yang masih aktif. Sepulang menikmati panorama Danau Kembar, wisatawan bisa membeli beraneka ragam jenis bunga di kawasan danau. Keindahan yang tersimpan di Danau Kembar Solok beserta ragam pesona lainnya, membuat kawasan ini tak pernah sepi dari wisatawan.
Untuk mencapai lokasi Danau Kembar, sangat mudah. Dari Kota Padang, wisatawan bisa naik bus antarkota dengan ongkos Rp 20 ribu. Perjalanan sejauh 60 kilometer ini ditempuh dalam waktu sekitar satu setengah jam karena jalannya berliku.
Danau Kembar memiliki kedalaman 44 meter. Wisatawan yang memiliki hobi memancing, bisa menyalurkannya di lokasi ini. Di sana tersedia tempat untuk memancing. Selain itu, para wisatawan juga bisa melihat Gunung Api Talang, yang masih aktif. Sepulang menikmati panorama Danau Kembar, wisatawan bisa membeli beraneka ragam jenis bunga di kawasan danau. Keindahan yang tersimpan di Danau Kembar Solok beserta ragam pesona lainnya, membuat kawasan ini tak pernah sepi dari wisatawan.
Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan, Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Menurut legenda rakyat, Malin Kundang dan kapalnya dikutuk menjadi batu karena kedurhakaannya pada orang tua.
Pantai Aie Manih berada kurang lebih 10 km arah selatan Kota Padang, Indonesia atau dibalik Gunung Padang.
Pantai Aie Manih terkenal luas dan landai, ketika pasang surut, wisatawan dapat mencapai Pulau Pisang Ketek yang letaknya kurang lebih 200 m di depannya dengan berjalan kaki.
Pantai Aie Manih terkenal luas dan landai, ketika pasang surut, wisatawan dapat mencapai Pulau Pisang Ketek yang letaknya kurang lebih 200 m di depannya dengan berjalan kaki.
10.Pulau Cubadak
Keindahan Paradiso yang mungkin belum begitu banyak dikenal masyarakat Indonesia pada umumnya merupakan salah satu alternatif bagi para penggemar wisata pulau yang sudah jenuh dengan suguhan pulau-pulau yang sudah ada sebab sudah sangat ramai, bising dan sibuk.
Sebastiano Gulinello melambaikan tangannya. Laki-laki Italia separuh baya itu sedang duduk menunggu di kapal motornya di sisi kanan dermaga Pantai Carocok, KecamatanTarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Lelaki berambut ikal itu naik ke dermaga dan meminta saya menunggu sebentar karena ada dua orang tamu lagi yang juga akan berkunjung ke Pulau Cubadak. Dua orang turis itu juga berasal dari Italia.
Sebastiano Gulinello melambaikan tangannya. Laki-laki Italia separuh baya itu sedang duduk menunggu di kapal motornya di sisi kanan dermaga Pantai Carocok, KecamatanTarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Lelaki berambut ikal itu naik ke dermaga dan meminta saya menunggu sebentar karena ada dua orang tamu lagi yang juga akan berkunjung ke Pulau Cubadak. Dua orang turis itu juga berasal dari Italia.
Pulau Cubadak terletak di kawasan Mandeh dengan luas 705 Ha dan dikenal dengan nama Pincuran Talu. Pulau ini terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berlokasi di sebelah barat kampung Mandeh.Pulau Cubadak memiliki panorama alam yang sangat indah dengan pasirnya yang putih bersih. Keistimewaan Pulau Cubadak adalah di sekitarnya terdapat beberapa teluk, batu dan tanjung sehingga bagi beberapa orang Eropa pulau ini dijuluki sebagai “The Paradise of The South�. Di pulau ini terdapat tempat penginapan yang terbuat dari bahan alami; kayu, rotan, dan atapnya dari Daun Rumbia yang telah dikelola secara professional sebagai tempat wisata bertaraf internasional oleh investor Itali. Perahu layar juga telah dipersiapkan bagi para pesiar didukung oleh penginapan pantai yang bergaya bungalow.
Yang menarik, semua fasilitas untuk aktivitas olahraga air, semua tersedia di sini. Kecuali perlengkapan menyelam dan ski air, semuanya disediakan secara gratis. “Yang penting, tamu harus segera menetapkan jadwalnya supaya semua fasilitas berikut instruktur bisa disiapkan dengan baik,”
Kegiatan lain yang tak kalah mengasyikannya adalah menjelajahi Pulau Cubadak yang luasnya sekitar 40 kilometer persegi. Maklum pulau masih memiliki hutan lebat dengan bukit runcing yang tidak begitu tinggi tapi memiliki tekstur berliku yang relatif aman untuk didaki di tengahnya. Dari bukit yang terletak persis di belakang sejumlah vila yang terdapat di bagian kiri pulau, kita bisa menikmati pemandangan di sekitar pulau dari atas dan melihat pesisir selatan Sumatra Barat yang ditaburi pulau-pulau kecil dan indah.
11.Kawasan Wisata Mandeh
Kawasan wisata Mandeh terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berbatas langsung dengan Kota Padang. Kawasan ini hanya berjarak 56 KM dari Padang dengan luas ± 18.000 Ha dan waktu tempuh sekitar 56 menit.
Wisata Mandeh melingkupi 7 kampung di 3 nagari yang dihuni oleh 9.931 jiwa penduduk dengan mata pencaharian bertani, beternak dan nelayan. Objek wisata kawasan Mandeh (Mandeh Resort) sudah dikenal baik ditingkat nasional dan internasional dengan adanya investasi asing (Itali), mengembangkan resort wisata yang dikenal dengan Cubadak Paradiso.Di sisi utara kawasan Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar yaitu; Pulau Bintangor, Pulau Marak, Pulau Ular, dan Pulau Pagang yang berdampingan dengan Sikuai Island. Di sepanjang pantai dari Kampung Sungai Pisang sampai ke Kampung Carocok kawasannya cukup landai dan berpasir putih dengan beberapa pohon pelindung seperti pohon kelapa, pohon waru, pohon nagka dll. 7 kampung dari 3 nagari di kawasan ini termasuk ke dalam kawasan pengembangan wisata yaitu; Kampung Mudiak Air, Kampung Simpang Carocok, Kampung Pulau Karam, Kampung Sungai Nyalo, Kampung Sungai Tawar, Kampung Sungai Pinang, dan Kampung Teluk Raya. Penduduk sekitar kawasan Mandeh terkenal cukup ramah dan cepat berbaur dengan masyarakat pendatang, bahkan suka membantu.
12. Jembatan Limpapeh
Jembatan Limpapeh ini melintas di atas Jalan Achmad Yani, salah satu jalan paling ramai dan paling banyak hotel di Bukittinggi. Jembatan ini menghubungkan Taman Bundo Kanduang di sebelah kanan dan kiri (Benteng Fort De Kock dan Kebun Binatang Kinantan). Uniknya, jembatan ini berada di dalam taman, oleh karena itu tidak dapat dilintasi oleh kendaraan. Hanya pejalan kakilah yang dapat melintasi jembatan ini. Jembatan ini dihiasi oleh arsitektur Minang di gerbang masuknya.
Beberapa rumah dengan atap bagonjong, Jam Gadang bisa terlihat dari atas jembatan. Nggak ketinggalan, gunung yang melingkari Kota Bukittinggi juga terlihat dengan jelas. Gunung Merapi dan Gunung Singgalang berwarna biru yang hampir selalu tertutup dengan awan dan kabut pada bagian lerengnya.


























