.
News Update :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer


Loading...
Hay Sobat Jangan Lupa Di kirim dan Share Ya Klo kamu suka...!!!
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Kisah Inspiratif Putri Herlina, Gadis tanpa Tangan Pengasuh Anak-Anak yang "Dibuang"

Senin, 11 Juni 2012




Semangat hidup Putri Herlina sungguh luar biasa. Dia ditinggal orang tuanya setelah lahir di rumah sakit. Setelah lulus SMA, gadis tanpa lengan itu kini merawat anak-anak yang senasib dengannya.



PUTRI Herlina baru saja selesai mandi saat Jawa Pos menemuinya. Rambutnya basah. Wajahnya segar dan cerah. Sejurus kemudian, dia mengambil mukena dengan kakinya dan beranjak menuju ruang yang difungsikan sebagai musala kecil.
 
Dengan cekatan dia mengenakan mukena itu menggunakan kaki kanan dibantu tiga ruas jari tangan kiri yang tumbuh sedikit di ujung pundak. Seusai salat dan berdoa, Putri melipat sajadah dengan kakinya.

Putri lantas mengajak Jawa Pos menemui "adik-adiknya". Salah satunya adalah Aisyah Fatimah, bayi berusia 23 bulan. "Selly sayang, udah mandi ya. Aduh, bedaknya kok tebal banget," katanya.
 
Selly diam saja. Dia menderita cerebral palsy atau lumpuh otak. Tangan dan kakinya kaku. Selly tak bisa menelan dan berkomunikasi kecuali dengan mata. Sehari-hari asupan makanan untuk balita cantik itu disuntikkan melalui slang di hidung.

Seperti halnya Putri, Selly juga "dibuang" orang tuanya sejak lahir. "Aku ditinggal di rumah sakit, mungkin karena tidak punya tangan dan mereka malu," kata Putri. Karena tak ada yang bertanggung jawab, Putri lantas dirawat Susiani Sunaryo. Saat itu Susiani masih berusia 25 tahun dan menjadi relawan di Yayasan Sayap Ibu. Kini Susiani menjadi ibu panti di Kadirojo, Kalasan, Sleman.

Yayasan Sayap Ibu didirikan oleh Soelastri, istri Bung Tomo, pahlawan perang Surabaya 10 November, pada 1955. Saat ini ada 25 anak "tak dikehendaki" ayah-ibunya yang ditampung di Kadirojo. Rata-rata mereka mengalami cacat ganda. Yakni, cacat fisik dan mental karena aborsi yang gagal. Sehari-hari mereka hidup mengandalkan donatur tidak tetap. Memang ada dana dari pemerintah, namun jumlahnya hanya Rp 2.500 per anak per hari.

"Kata Ibu (Susiani, Red), aku dirawat sejak bayi merah. Beliau adalah orang yang paling aku sayangi," katanya. Di tengah wawancara, Susiani datang mendekat, merangkul Putri dan mencium pipinya. Putri tersenyum.
 
Menurut Susiani, Putri lahir 3 Oktober 1988. Namun, dia menolak menjelaskan lebih detail asal usul Putri, termasuk di rumah sakit mana dia ditelantarkan. "Maaf, itu kode etik kami," ujarnya.
 
Putri kecil rupanya sangat aktif dan selalu ingin tahu hal baru. Karena itu, bersama suaminya, Sunaryo, Susiani mencarikan taman kanak-kanak di sekitar panti mereka. "Kami keliling sampai sebelas TK, semuanya menolak," kata wanita yang akrab disapa Bu Naryo itu.
 
Akhirnya ada TK milik Aisyiyah (Muhammadiyah) yang mau menerima Putri. Yakni, TK ABA Sukoharjo Purwomartani, Sleman. "Aku nggak suka diistimewakan. Semua yang bisa dilakukan teman-teman yang lain aku juga ikut. Pramuka, olahraga, pokoknya seperti biasa saja," kata Putri.
 
Lulus SD Muhammadiyah Sambisari, Sleman, dia melanjutkan ke SMP RC di Solo, Jawa Tengah. Lalu ke SMA Muhammadiyah 6 Surakarta. "Di sekolah aku selalu ingin duduk di depan. Di samping meja aku taruh kursi lagi untuk menulis," katanya. Sebab, jika menulis di atas meja, itu terlalu tinggi untuk dijangkau kakinya.
 
Ketika ada temannya yang menyerobot meja, biasanya Putri kesal dan protes kepada gurunya. Putri lalu sering berangkat lebih pagi agar bisa duduk di meja favoritnya. "Pokoknya, sebelum belajar aku bersihkan dulu," kata penggemar novel romantis ini.
 
Karena tinggal di Solo, sementara orang tua asuhnya di Jogja, Putri harus hidup mandiri. Dia kos di dekat sekolah. "Aku dan teman-teman masak sendiri, cuci baju sendiri," katanya. Sesekali Bu Naryo datang berkunjung untuk membawakan kebutuhan dasar Putri, seperti beras dan bahan lauk-pauk.
 
Sering Putri menangis di tengah malam. "Ya, namanya stres, down, atau galau. Itu aku pernah alami. Biasanya kalau sudah curhat sama Ibu, hilang semua," katanya. Putri ingat benar pesan Bu Naryo agar selalu menjaga salat lima waktu dan berdoa.
 
Belajar tekun, Putri pun lulus dengan nilai bagus pada 2009. Setelah itu dia ikut kursus bahasa Inggris intensif. Lalu ikut pelatihan di Yakkum Bethesda yang memang sering mengadakan training untuk kalangan difabel.
 
Putri lantas bekerja sebagai resepsionis atau penerima tamu di kantor pusat Yayasan Sayap Ibu Jogjakarta yang lokasinya di Pringwulung, Condongcatur, Sleman.
 
Di sana dia juga ikut menangani kegiatan administrasi seperti mengetik data donatur atau menulis undangan acara penggalangan dana. "Aku juga pernah menjadi MC di mal lho. Cita-citaku sih sebenarnya ingin jadi presenter di televisi," katanya.
 
Dua tahun sebagai staf di kantor pusat, Putri memilih kembali ke rumah masa kecilnya. "Terus terang, aku lebih betah di sini. Aku ingin berbakti pada Ibu dan ikut merawat adik-adikku," katanya.
 
Agenda harian Putri lengkap, mulai memandikan, mengganti popok, memberi susu, dan menyuapi balita yang sudah bisa diberi makanan padat.
 
Sebagaimana remaja pada usianya, Putri juga gaul. Dia masih sering kontak dengan teman-teman sekolahnya. "Ya, minimal SMS-an lah," kata penyuka warna pink ini.
 
Bagaimana hubungan asmara" "Ada sih yang pernah dekat. Malah dia suka minta aku cuciin bajunya saat masih di Solo," ujar Putri, lalu terbahak.
 
Suatu ketika, ada seorang donatur baik hati yang ingin membuatkannya tangan palsu. Bahkan, donatur itu menawari Putri pergi ke luar negeri untuk mencari bahan yang paling nyaman. Para pegawai yayasan pun antusias meminta Putri untuk segera memilih yang pas.

"Ayo Put, mumpung ada yang mau buatin tangan. Suatu saat kamu kan menikah, punya suami," ujar Putri menirukan komentar salah seorang pengurus yayasan.
 
Tapi, justru dengan alasan itu dia menolak halus tawaran tangan palsu. "Aku ingin suami yang mencintaiku apa adanya," katanya. "Lelaki sering memandang wanita dari kelebihannya saja, aku ingin suamiku tahu kekuranganku. Toh, kita bakal hidup bersama sampai mati kan," ujar Putri.
 
Saat ini Putri memendam keinginan untuk kuliah. Selain tak ingin merepotkan Bu Naryo yang sudah dia anggap sebagai ibu sendiri, Putri belum tega meninggalkan panti. "Sebenarnya aku ingin belajar broadcasting, supaya bisa jadi presenter," ujarnya.
 
Dia juga mengaku ingin sekali menjajal naik pesawat terbang. Maklum, seumur hidup dia belum pernah naik burung besi. "Seperti apa ya rasanya. Paling jauh aku pergi ke Surabaya pakai kereta api," katanya.
 
Putri juga sedang menulis kisah hidupnya dengan sebuah laptop pemberian seorang donatur. "Masih dicicil, semoga saja bisa segera selesai dan jadi buku," tuturnya.
 
Susiani sangat mendukung cita-cita anak gadisnya itu. "Pokoknya, apa pun yang terbaik untuk Putri, saya dan Bapak pasti setuju," katanya.
 
Termasuk jika nanti Putri menemukan tambatan hati dan tinggal bersama suaminya. "Semoga Gusti Allah selalu melindungimu ya Nduk," katanya sembari mengelus rambut Putri.


sumber : http://www.jpnn.com/read/2012/03/09/120028/Putri-Herlina,-Gadis-tanpa-Tangan-Pengasuh-Anak-Anak-yang-Dibuang
Habis Baca Dan Lihat jangan lupa Komentarnya... Thanks Jika Anda Suka Silahkan Share...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kisah-Kisah Teladan Para Pesepakbola Muslim Eropa

Rabu, 06 Juni 2012


Inilah Kisah Teladan Pesepakbola Muslim Eropa (1) 
Pemain sepakbola Muslim yang berlaga di liga-liga Eropa menjadi minoritas di benua biru. Karena itu, mereka acapkali harus mempertahankan keyakinannya di tengah budaya yang berbeda dengan yang dianutnya. Tidak jarang dibutuhkan ketahanan mental agar mereka mampu mempertahankan dan menjalanakan keyakinan yang dipeluk. Tujuannya tak lain agar mereka tetap eksis dan bisa berprestasi di liga yang digelutinya.

Banyak kisah monumental dari pemain Muslim yang layak diteladani. Mereka tetap menjadi Muslim taat dan profesional di lapangan. Meski banyak godaan di tengah mayoritas warga Eropa, mereka tetap bersikukuh untuk tidak larut dalam arus besar itu. Berikut beberapa kisah menggugah yang layak pembaca teladani.

1. Samir Nasri (Manchester City/Timnas Prancis)
Gelandang Manchester City ini memiliki kebiasaan membaca surat Alfatihah sebelum memulai pertandingan. Hal ini dilakukannya saat membela klub maupun Timnas Prancis.

2. Mesut Ozil (Real Madrid/Timnas Jerman)
Pemain timnas Der Panzer Jerman keturunan Turki ini, berkomitmen menjalankan perintah agama sepanjang waktu. Ketika memasuki bulan Ramadhan, ia rutin berdoa dan membaca Alquran. Sesibuk apapun kegiatannya bersama Real Madrid, Ozil selalu berusaha untuk membaca beberapa ayat Alquran.

3. Thierry Henry (New York Red Bulls/Timnas Prancis)
Striker New York Red Bulls ini, seringkali melakukan sujud mencium lapangan seperti sujud syukur sebagai selebrasi usai mencetak gol ke jala lawan. Hal itu dilakukannya sebagai sebagai tanda syukur atas capaian membawa timnya meraih kemenangan atau prestasi. Dalam episode wawancaranya yang disiarkan Al Jazeerra, Henry menegaskan keislamannya. Mantan bomber Arsenal dan Timnas Prancis ini menyangkal kalau Islam terkait gerakan terorisme.

 
4. Kolo Toure (Manchester City/Pantai Gading)
Selain tangguh menjaga pertahanan Manchester City, Kolo Toure juga kuat menjaga imannya. Kehidupannya di Manchester semakin nyaman ketika mantan punggawa Barcelona sekaligus sang adik, Yaya Toure, ikut bergabung ke the Citizens.
Kolo Toure termasuk pribadi yang saleh. Bahkan, ketika masih membela Arsenal, ia termasuk salah satu guru mengaji. Kini, ketika ia hijrah ke Manchester, Toure masih bolak-balik Manchester-London demi melanjutkan pengajarannya.

Siapa nyana, di balik kegarangannya di lapangan, Toure adalah sosok yang lembut dan penuh pengabdian terhadap Islam. Kendati begitu, Kolo tidak memungkiri ia sering bolong dalam menunaikan puasa Ramadhan ketika timnya bertanding. Latihan berat yang dijalani City memaksa punggawa Pantai Gading itu membatalkan puasanya. Namun, ia selalu mengganti puasa Ramadhan di lain hari. “Itu adalah konsekuensi sebagai seorang Muslim,” kata dia.

5. Eric Abidal (Barcelona/Timnas Prancis)
Setelah memutuskan memeluk agama Islam atau menjadi mualaf, Abidal menambahkan nama 'Bilal' di tengah namanya. Punggawa Timnas Prancis itu terus berupaya menjadi Muslim taat pascamengucapkan dua kalimat syahadat. Bek Barcelona ini gemar sekali membaca beberapa ayat Alquran sebelum berlaga. Di setiap sesi latihan klub, Abidal tidak pernah melupakan untuk membawa tas kecil berisi Alquran mini.

6. Karim Benzema (Real Madrid/Timnas Prancis)

Striker Real Madrid ini memiliki kemiripan dengan seniornya, Zinedine Zidane, yang berdarah Aljazair. Benzema mengaku beruntung membela Los Blancos. Alasannya ketika Madrid menjalani kompetisi di bulan Ramadhan, dia tidak sendirian menjalani puasa. Kalau sebelumnya dia bersama Mahmadou Diarra dan Lassana Diarra --yang beragama Islam-- puasa bersama. Sekarang Benzema ditemani Mesut Ozil dan Sami Khedira.
 
7. Nicolas Anelka (mantan Chelsea/Timnas Prancis)
Ketika Chelsea masih dibesut Andres Villas Boas, sang pelatih menyuruh pemain yang sedang puasa untuk tetap berada di meja makan. Anelka dan pemain Muslim the Blues lainnya hanya bisa melihat rekan-rekannya makan dengan lahap. Meski begitu, dia tidak tergerak untuk membatalkan puasa. “Walau iri, saya tetap harus berpuasa,” tegas punggawa Timnas Prancis itu.

Dalam satu kesempatan lain, Anelka yang memeluk Islam pada 2004 itu mengatakan, Islam memberikannya kedamaian. ”Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi dan memiliki semangat tinggi. Saya senang menjadi seorang Muslim, sebuah agama yang tenang dan saya banyak belajar dari Islam,” tutur Abdul Salam Bilal Anelka, nama Muslimnya.

8. Frederick Kanoute (Sevilla/Timnas Mali)
Pada 2007 lalu, Frederick Kanoute menolak mengenakan kostum Sevilla karena disponsori sebuah rumah judi. Karena dipaksa menggunakannya manajemen Sevilla, Kanoute menyisati dengan menutup sponsor itu dengan lakban hitam. Ia juga dikenal sebagai pesepakbola yang ringan tangan. Kanoute pernah mengeluarkan uang dari saku pribadinya sebesar 700 ribu dolar AS (sekitar Rp 6,3 miliar) untuk menyelamatkan sebuah masjid di Kota Sevilla lantaran mau ditutup dan diubah fungsinya.

Salah satu aksi juru gedor gaek Timnas Mali yang mengundang kontroversi adalah, ketika ia melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Deportivo La Coruna di Copa del Rey. Kala itu, Kanoute menunjukkan kaus dalam yang bertuliskan 'Palestina' dalam huruf negara-negara dunia. Hal itu dilakukan Kanoute sebagai dukungan terhadap Palestina yang saat itu, sedang diinvansi Israel.

Tak ayal, aksinya dianggap sebagai pelanggaran. Kanoute pun denda. Dalam aturan FIFA, memang dijelaskan seorang pemain tidak boleh menampilkan pesan-pesan politik atau religius yang melukai pihak lain dalam bentuk apa pun. Reaksi yang bermunculan pun beragam. Ada yang menganggap tindakan Kanoute berlebihan. Ada pula yang berkata, ini adalah bentuk diskriminasi Barat terhadap Islam.

9. Franck Ribery (Bayern Munich/Timnas Prancis)
"Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam," ungkap Ribery saat ditanya perihal agama yang dianutnya.

Winger Timnas Prancis itu kepergok berdoa dengan mengadahkan tangan --laiknya seorang Muslim berdoa-- saat skuat 'Ayam Jago' melawan Swiss pada Piala Dunia 2006. Sejak itu, seantero dunia tahu winger Bayern Munich itu sudah menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

Ia menjadi mualaf setelah menikahi seorang gadis Prancis keturunan Maroko. Ia pun menambahkan nama 'Bilal' di tengah namanya. Menjadi Muslim, Ribery menerapkan ajaran Muhammad SAW itu dalam kehidupan sehari-harinya. "Saya ini orang yang sederhana dan simpel saja," selorohnya.
Habis Baca Dan Lihat jangan lupa Komentarnya... Thanks Jika Anda Suka Silahkan Share...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kisah nenek 95 tahun yang bangkit dari kematian

Rabu, 23 Mei 2012

Para tetangga Li Xiufeng ketakutan dan kaget bukan kepalang saat nenek 95 tahun itu bangkit dari mati, dimana Li memanjat keluar dari peti matinya setelah sempat meninggal selama 6 hari di desa Liulou, Beiliu, Provinsi Guangxi, Cina.

Sebelumnya nih, Li ditemukan di tempat tidurnya gak bergerak dan udah gak bernafas lagi oleh tetangganya, Chen Qingwang, lebih dari dua minggu setelah tersandung dan menderita cedara di kepala. Dan karena gak bisa membangunkan Li, Chen pun beranggapan Li sudah meninggal.

meninggal lalu bangkit kembali, cerita seram, cerita manusia mati hidup lagi

Adapun kedatangan pria 60 tahun itu saat itu adalah untuk memberikan sarapan buat Li.

"Dia gak bangun, jadi aku datang untuk membangunkannya.Meski sudah sekeras mungkin membangunkannya dan menyebut namanya, dia gak bereaksi. Aku merasa ada yang salah, jadi aku mencoba nafasnya, dan dia telah pergi, tapi tubuhnya masih gak dingin," jelas Chen.

Seperti yang dilansir dari situs Orange, menurut tradisi di sana, wanita yang sudah meninggal dibaringkan di peti matinya menjelang upacara pemakaman agar teman-temannya dan juga kerabat bisa memberikan penghormatan buat yang meninggal.

Namun di hari sebelum pemakaman, Chen yang datang di rumah tetangganya itu mendapati peti mati itu sudah kosong dan mayatnya sudah gak ada.

"Kami begitu ketakutan, dan langsung meminta bantuan para tetangga," ujar Chen.

Setelah mencari kesana kemari, eh ternyata nenek 95 tahun itu ditemukan sedang duduk di bangku di dapurnya sedang memasak.

"Aku tidur untuk waktu yang lama. Setelah bangun, aku merasa sangat lapar, dan ingin memasak sesuatu untuk dimakan. Aku mendorong kotak itu untuk waktu yang lama agar bisa memanjat keluar," jelas Li.

Rumah sakit kabupaten tersebut kabarnya percaya Li mengalami kematian yang dibuat-buat (mati suri).
Habis Baca Dan Lihat jangan lupa Komentarnya... Thanks Jika Anda Suka Silahkan Share...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kisah Penganut pesugihan Celeng Kresek

Bila sedang jatuh pailit, kemudian dililit banyak utang, bisa membuat seseorang gelap mata. Apalagi bila iman sedang goyah. Agar tidak jatuh lebih lagi, lalu mencari jalan pintas untuk memecahkan persoalan.

Ada beberapa cara untuk itu. Kalau takut masuk bui karena tertangkap korupsi, ngecu, maling dan merampok, bisa mencari cara yang lebih aman. Misal dengan mencari pesugihan. Tapi cepat kaya dengan pesugihan, juga tak bisa dibilang aman. Kadang akibatnya malah lebih mengerikan! Sebab kebanyakan, harus meminta tumbal nyawa segala. Kalau ada yang tidak memakai tumbal, laku prihatin-nya juga tidak enteng. Puasanya melebihi orang bertapa. Begitulah yang sering terdengar di bursa pesugihan.

PULAU Jawa, terdapat banyak tempat pemberi pesugihan. Makam keramat, gua angker, pohon wingit, sendang ajaib, misalnya, sering dianggap jadi 'pemberi' harta. Masing-masing tempat, punya 'cara' dan syarat rata-rata hampir sama. Pandansigegek tak jauh dari Parangkusuma Jogyakarta, kondang jadi tempat cari pesugihan. Sejak zaman dulu, tempat itu dipercaya sebagai gudang tuyul pesugihan. Bisa dipungut salah satu, tapi dengan syarat tertentu.

Dusun Dlepih Kahyangan, Tirtomoyo, Wonogiri, ada semacam petilasan dari Panembahan Senopati yang juga jadi tumpuan para pencari pesugihan. Petilasan itu hingga kini dibanjiri peziarah dari berbagai daerah. Begitu pula Pantai Slamaran, Pekalongan dan Pemandian Kera Mendit, Malang Jawa Timur.

Tapi tempat mencari pesugihan yang paling kondang di Indonesia adalah Gunung Kawi! Begitu populernya tempat ngalab berkah ini, maka peziarahnya datang dari seantero Nusantara.

Ada ilmu pesugihan yang dikenal dengan 'babi ngepet'. Di Jawa Timur, biasa disebut 'celeng kresek'. Untuk menggasak harta tetangga, si pelaku minta bantuan celeng jadi-jadian. Biasa beroperasi siang malam. Tapi risikonya juga berat. Kalau tertangkap penduduk bisa digebuki hingga tewas. Si pemilik juga ikut-ikutan njedhut.

Ada cerita menarik tentang pesugihan 'celeng kresek' dialami warga Jawa Timur. Pak Sarno (sebut saja begitu), semula hidup sederhana bersama keluarga. Beberapa lama, dia jarang kelihatan berada di tengah masyarakat.

Tanpa diawali cerita ini-itu, Pak Sarno lalu membuka usaha warung soto. Dalam tempo relatif singkat, sotonya laris. Warung jadi gede dan tambah laris manis. Tapi Pak Sarno tetap jarang bergaul di tengah masyarakat.

Lalu muncul rumor negatif tentang kehidupannya. Isu paling santer, Pak Sarno cepat kaya karena memelihara pesugihan 'celeng kresek'. Kalau semula hanya satu dua yang percaya, lalu berubah makin banyak. Untuk meyakini rumor itu, beberapa orang bertanya kepada salah satu 'orang pintar' yang juga warga setempat. Setelah diterawang dengan 'mata batin', dukun itu pun mengiyakan. Terang saja warga lalu waspada.

Suatu kali ada warga memergoki ada 'celeng' masuk desa. Kemudian, bukan sekali dua kejadian itu. Eh, malah ada yang mengatakan, 'celeng'-nya selalu menghilang di rumah Pak Sarno. Nahas pun menimpa. 'Celeng kresek' itu bisa ditangkap ramai-ramai. Terang saja langsung dicacah-cacah. Bahkan dibakar pula. Menariknya, bersamaan dengan itu, Pak Sarno kelimpungan di rumah dan mati tak lama kemudian. Tubuhnya pun hangus.
Setelah dirunut lebih jauh, Pak Sarno ditengarai mencari pesugihan di daerah Watudodol. Terletak di kawasan hutan lindung antara Banyuwangi dengan Situbondo Jawa Timur. Siapa saja bisa mendapat pesugihan 'celeng kresek' di situ. Tapi harus kuat puasa ngebleng selama tiga hari di Watudodol.

Sesajinya berupa kembang telon, minyak wangi dan secawan darah ayam cemani. Kemudian ditaruh di bawah sebuah pohon paling besar terdapat di situ.
Setelah dibacakan mantera panggilan. Ada orang yang bisa membantu baca mantera di sekitar itu. Kalau doanya terkabul, celeng gaib itu akan muncul. Setelah berlangsung 'dialog' apa yang dikehendaki, ambillah air liurnya.

Di rumah, air liur dibasuhkan pada anak belum mencapai akhil baliq. Anak siapa pun bisa. Tak lama, anak itu akan meninggal sebagai lebon (tumbal).
Kalau hal itu tak terpenuhi, maka yang bersangkutan sendiri yang mati. Tapi bila sudah ada lebon, 'celeng kresek' akan membantu mencari uang. Setiap 35 hari sekali, 'celeng kresek' harus diberi sesaji darah ayam cemani.


Sumber : sapos

Habis Baca Dan Lihat jangan lupa Komentarnya... Thanks Jika Anda Suka Silahkan Share...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kisah Penderita Tuna Netra Beprofesi Sebagai Service Komputer


Bagi Sugiyanto(47)warga RT 2 RW 1 Kelurahan Lugosobo KecamatanGebang, Purworejo dunia ini tampak gelap gulita. Garis takdirnya memiliki keterbatasan fisik, matanya buta.

Tapi selalu ada hikmah di balik setiap penciptanNya. Meski ditakdirkan buta matanya, tapi Sugiyanto seperti dianugerahi Mata Tuhan yang menuntunnya menjalani kehidupannya.

Tentu tidak serta merta Mata Tuhan itudiperolehnya. Kerja keras, semangat belajar, serta doa dan tawakkal yang konsisten dijalaninya seakan membuat Sang Penguasa memurahkan pencahayaan batiniah untuknya.

Betapa tidak, Sugiyanto mampu menjalankan pekerjaan yang rasanya tidak masuk akal bisa dilakukan oleh orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti dia. Bayangkan, dengan Mata Tuhannya, dia mampu memperbaiki perangkat barang-barang elektronik, tak terkecuali dengan perangkat komputer.

Tanganya seakan punya "mata". Anggota tubuh itu menjadi andalannya setiap kali memperbaiki peralatan elek-tronik yang rusak. Hanya cukup mera-banya saja, Sugiyanto sudah mampu mendiagnosa kerusakan dan kemudian mem-perbaikinya seperti tukang reparasi lainnya yang memiliki penglihatan sempurna.

Sugiyanto memang termasuk tuna netra yang unggul. Dia menguasai berbagai ilmu. Tak hanya memiliki kepiawaian memijat seperti tuna netra kebanyakan, dia juga mampu menyelesaikan kuliahnya di IKIP PGRI Wates dengan jurusan Bimbingan Konseling pada 2010.

Judul skripsi yang dibuatnya waktu itu ‘Bimbingan Belajar bagi Anak SMP Negeri 23 Purworejo’.

Atas prestasinya itu, ia diberi kesem-patan untuk mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah baik untuk kelas TK hingga SMP. Materi yang diberikan seperti halnya materi di sekolahan umum seperti Matematika, IPA, maupun IPS.

Sedang keahliannya memijat, ia pela-jari dengan mengikuti pelatihan selama satu tahun di Pemalang pada 1986. Pelanggannya selain warga Lugosobo juga warga lainnya dari luar kampung.

Di samping selatan rumahnya, terdap-at rumah kecil yang dijadikan sebagai bengkel kerjanya. Di rumah kecil inilah, dia membaginya menjadi dua ruangan. Satu ruangan untuk tempat memijat pasien, satunya lagi untuk bengkel per-baikan alat-alat yang berkaitan dengan elektronika seperti televisi, radio, tape recorder, dan komputer.

Awalnya karena Sugianto menyenangi otak-atik elektronika, lama-lama dia bisa memperbaiki sendiri. Saya belajar secara otodidak karena tidak ada yang mengajari. Untuk pengembangan diri, saya juga sering tanya kepada teman sesama elektronis.

Yang menjadi kendala saat memper-baiki barang elektronik, imbuh Sugiyanto, yakni ketika membutuhkan ‘tahanan’, perangkat elektronik yang berwarna-warni itu tidak bisa ia kuasai. Termasuk membedakan warna di layar televisi. Untuk masalah ini, terpaksa dia meminta bantuan istri atau putrinya.
Habis Baca Dan Lihat jangan lupa Komentarnya... Thanks Jika Anda Suka Silahkan Share...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...